|  |  | 

Aktivitas Breaking News

Bersama KH. Haris Shodaqah

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Jawa tengah memiliki banyak ulama atau kiai yang layak dijadikan panutan para kaula mauda dan masyarakat. Salah satu ulama atau kiai yang patut diteladani diantara banyak ulama di Jawa tengah adalah Romo Kiai haji Haris Shodaqah, SH pengasuh Pondok Pesantren Al Itqon Pedurungan Semarang.
KH. Haris Shodaqah, SH memiliki santri mukim (bertempat tinggal di pandok kurang lebih 500 an santri) dan ribuan santri kalong (yang datang pada saat pengajian rutin hari ahad pagi). KH. Haris Shodaqah, SH menurut saya memiliki pandangan luas tentang ilmu social dan keagamaan. Hal ini saya rasakan sendiri, ketika saya sowan ke pondok pesantern al itqan pada hari sabtu tanggal 15 Juli 2017 mulai jam 14.30 – 17.30 di ruang tamu pondok pesantren al itqan. Diskusi semakin asyik, saya rasakan ketika masuk materi tentang gerakan Islam radikal, tentang Ful Day school (FDS) dan juga perppu nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan.
Menurut KH. Haris Shodaqah, bahwa umat Islam itu harus berwawasan luas dan lintas sektor, agar tepat dalam mensikapi atau merespon berbagai persoalan yang ada di tengah tengah masyarakat. Mensikapi tentang FDS dan perppu harus dengan cara cara yang tepat dan efektif untuk dakwah Islamiyah. Jangan sampai respon atau cara mensikapi itu justru menjadi bumerang bagi umat Islam. Kuncinya, umat Islam harus bersatu padu dalam melakukan gerakan dakwah Islam, antar kelompok atau elemen harus bias bersinergi, jangan sampai saling fitnah dan saling hujat. Islam hanya mengajarkan kedamaian, kerenangan, bukan mengajarkan kerusakana dan kekerasan. Sebagai umat Islam yang hidup di Indonesia harus bias berfikir, bersikap dan berbuat sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Umat islam tidak perlu aneh aneh dalam berfikir dan bersikap. Ini kita hidup di Indonesia tidak di Negara lain. Maka kita sudah seharusnya menjaga keutuhan Negara kesatuan republic Indonesia.
Intinya, kita berdakwah harus dengan cara cara yang damai, santun, mengedepankan ketenangan dan kekeluargaan . Dakwah kita tidak boleh bertentangan dengan falsafah Indonesia, tetapi harus mendukung dan memperkuat filosofi negara Indonesia yaitu Pancasila. Hasil dialog saya dnegan Romo Kiai haji Haris Shodaqah, SH akan kami tindak lanjuti dengan kerjasama antara STAIN Kudus dengan Pondok Pesantren Al Itqan Semarang yaiyu diskusi bersama guru Madin dan pengasuh pesantren dengan tema diskusi “ Strategi Dakwah Islam Pasca pemberlakuan Permendiknas nomor 23 tahun 2017 dan perppu no 2 tahun 2017”. Kegiatan kerjasama tersebtu direncsnakan tanggal 14 aagustsu 2017 diaula Pondok pesantren Al Itqan dengan menghadirlan nara sumber (1) KH. Haris Shodaqah, SH (2) Ir. H. Romahurmuziy, MT (anggota Komisi XI DPR RI) (3) Dr. M. Saekan Muchith, M.Pd (wakil ketua I Bidang Akademik STAIN Kudus).

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter