|  | 

Breaking News

Perlunya Mahasiswa Punya Dosen Pembimbing Akademik (DPA)

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Mahasiswa adalah orang dewasa yang sedang belajar. Walaupun sudah atau proses dewasa, faktanya mahasiswa sedang proses belajar. Setiap orang yang belajar atau menuntut ilmu harus mampu melakukan 3 (tiga) perubahan yaitu (1) Perubahan dalam aspek akademik atau intelektual (Kognitif) (2) Perubahan dalama spek sikap kepribadian (affektif) (3) Perubahan dalama spek ketrampilan mekanik (psikomotorik).

Menurut Langeveld, kedewasaan seseorang minimal ditandai dengan 3 (tiga)  hal yaitu Tanggung jawab, mandiri dan stabil. Tiga hal itu akan dapat diraih jika para mahasiswa mampu menghilangkan sifat atau karakter sebagai pelajar saat di MA/SMA/SMK. Artinya karakter atau sifat pelajar jauh berbeda denagn mahasiswa yanbg dituntut mandiri dan tanggung jawab.

Agar idealism itu dapat tercapai maka selama perkuliahan, setiap mahasiswa memiliki Dosen pembimbing Akademik (DPA) atau ada yang menyebut Dosen Wali. DPA minimal memiliki dua macam tugas yaitu Tugas Akademik dan tugas Administrasi.

Tugas akademik, DPA harus senantiasa memberi bimbingan atau arahan kepada mahasiswa agar selama belajar (kuliah) lebih terarah sehingga mampu menjadi sarjana yang ideal sesuai kompetensi ilmu yang dimiliki. Konsekueninya, mahasiswa tidak usah ragu ragu apa lagi takut untuk bertemu DPA jika merasa memiliki persoalan yang berkaiatan dengan proses perkuliahan mulai awal sampai akhir (lulus/wisuda). Karena DPA berlaku selama mahasiswa kuliah. Walaupun tidak mengajar mata kuliah tertentu, mahasiswa memiliki hak untuk konsultasi dnegan DPA terhadap semua persoalan yang dimiliki yang terkait dengan perkuliahan.

Tugas Administratif, DPA harus memantau perkembangan nilai (Indek Prestasi )IP masing amsing mahasiswa dan mengesahkan atau menandatangani Kartu Studi tetap (KST) dan Hasil Studi Studi Semester (HSS). Oleh sebab itu setiap semester semua mahasiswa harus meminta tanda tangan KST kepada DPA. Minimal setiap semester, mahasiswa harus ketemu DPA, karena harus meminta tanda tangan /pengesahan KST.

Jika sewaktu waktu mahassiwa ingin mengajukan beasiswa, salahs atu persyaratannya adalah HSS yang harus di legalisasi oleh DPA. Ketika mahasiswa ingin cuti perkuliahan, saat mengajukan permohonan cuti juga harus mengetahui DPA. Bisa dibilang, DPA adalah oraang tua kedua selama mahasiswa menempuh perkuliahan di IAIN Kudus.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter