|  | 

Aktivitas

Halal Bihalal Bersama Anak dan Isteri

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Seperti biasa yang saya lakukan setiap tahun, setiap tahun hari raya idul fitri, kami sekeluarga membuat tradisi untuk sungkeman (halal bihalal) keluarga kecil sebelum melakukan halal bihalal dengan lainya. Kami berpandangan bahwa memohon maaf dan saling memaafkan diawali dari keluarga terkecil sebelum kepada yang lain.

Islam mengajarkan bahwa keluarga (anak atau suami/isteri) harus diutamakan dalama menjaga dari hal hal yang buruk (neraka). Hal ini sesuai firman Allah ” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QAS. at-Tahrîm/66:6)

Oleh sebab itu, maka sebelum kami berlebaran atau silaturrahiim kepada kakak, bulek, paman dan para tetangga, terlebih dahulu kami melakukan halal bihalal internal keluarga besama isteri tercinta (Nur Khalidah, S.Ag), anak pertama ananda Fajrul Affi Zaidan AlKannur yang akrab dipanggil AFFI dan anak kedua yaitu ananda Fauzul Abid Libasuttaqwa Alkannur yang akrab dipanggil ABID. Setelah berlebaran, kami akhiri denagn berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT agar dihari yang penuh kesucvian, keluarga kami selalu diberi keberkahan, keridloan lahir batin, dunia akhert, sehingga keluarga kami dan semua keturunan kami selalu menjadi orang yang ahli ilmu, beriman dan bertaqwa sehingga benar benar bisa  bermanfaat dunia akherat.

?

“Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (Al-Ma’idah: 114)

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai kebahagiaan hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang (anggota keluarga) yang bertaqwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

?

Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang percaya dengan pertemuan dengan-Mu dan menerima apa yang menjadi anugerah-Mu dan rela terhadap ketentuan-Mu“.

Kami sekeluarga melalui forum ini, mengucapkan minal aidzin walfaizin, mohon maaf lahir batin, semoga kita semua diberi umur panjang yang barokah sehingga bisa ketemu lagi bulan ramadhan di tahun tahun mendatang.

 

 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter