|  | 

Komentar

Ulama Yang Melakukan Kejahatan

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Konsep ulama itu mulia, agung, suci, ihlas, berintegritas. Tapi kalau konsep ulama sudah melekat kepada seseorang dan seseorang itu memiliki tujuan tertentu yang sifatnya pribadi maka akhirnya ada beberapa oknum ulama yang tidak sesuai harapan. Tidak mulia,  tidak agung, tidak suci, tidak ihlas dan juga tidak berintegritas. Dalam sejarah Islam ada beberapa  orang yang layak disebut sebagai Ulama, tetapi mereka melakukan hal hal yang tidak terpuji dan bertentangan dengan syariah Islam.

Pertama, Abi Sarah. Nama Abi Sarah sangat terkenal di zaman rasulullah, karena Abi Sarah  diangkat sebagai sekretaris pengumpulan/ penulisan al quran. Orang yanag diangkat sebagai sekretaris penulisan atau pengumpulan ayat alqur’an pasti dianggap memiliki kemampuan yang tinggi dalam bidang agama (khususnya ilmu al qur’an). Kalau di zaman sekarang sudah sangat layak disebut sebagai ulama. Meskuipun demikian, Abi Sarah bisa-bisanya melakukan pengkhianatan dan kemunafikan dan tidak jujur dalam menulis ayat-ayat al qur’an. Mengapa demikian? Karena Abi Sarah lebih memiliki kepentingan pribadi yang lebih besar dari pada kepentingan umat Islam. Akibatnya Ia  rela melakukan pengkhianatan dan tidak jujur dalam menulis ayat al qur’an. Abi Sarah pernah bercerita kepada kaum kafir, bahwa Ia telah menipu Rasulullah SAW, ayat al qur’an yang sebenarnya berbunyi ‘azizun hakim, tetapi ditulis ‘alimul hakim. Abi Sarah juga sering cerita kepada kaum kafir, kalau Nabi Muhammad SAW itu bodoh. 

Kedua, Abdullah bin Ubay bin Sahlul. Nama Abdullah bin Ubay bin Sahlul sebelum Rasulullah hijrah di kota Madinah memiliki nama yang sangat terkenal dan terhormat. Abdullah bin Ubay bin Sahlul memiliki  ambisi sangat tinggi untuk  mendapatkan kekuasaan di Madinah, Ia rela melakukan penghianatan dan memfitnah teman dan saudaranya sendiri. Pada saat bertemu Rasulullah SAW  dan Sahabatnya salalu berkata mendukung perjuangan Rasul dan para sahabatnya serta menceritakan keburukan orang kafir. Pada saat bertemu Sayyidina Abu Bakar, Ia berkata, “Wahai Abu Bakar, engkau sahabat Rasul yang paling ihlas dan calon penghuni surga bersama Rasulullah, karena engkau paling setia mendampingi Rasulullah dalam kondisi suka ataupun duka. Saya selalu taat dan patuh dengan apa yang engau perintahkan”. Pada saat bertemu dengan Sayyidina Umar, Ia berkata, wahai Umar, engau sahabat yang sangat pemberani dan selalu digarda depan membela Rasulullah dan umat Islam, Maka saya akan selalu bersamamu sampai kapanpun”. Ketika bertemu Sayyidina Utsman ibn Affan, Ia berkata, Wahai Utsman, engkau sahabat Rasul yang paling dermawan dan baik hati serta selalu berjuang untuk kepentingan Islam, saya berjanji akan selalu meniru apa yang engkau lakukan selama ini”. Saat bertemu Sayyidina Ali ibn Abu THalib, Ia berkata, wahai Ali, engkau sahabat Rasul yang paling cerdas, dan selalu dekat dengan Rasul sejak kecil. Engkau dijamin masuk surga, maka saya akan selalu mengikuti apa yang engkau perintahkan”. Pada saat begitu bertemu orang kafir, Abdullah bin Ubay bin Sahlul menceritakan kelemahan umat Islam bahkan memfitnah para sahabat dan kerabat Rasul. Mengapa demikian? karena Abdullah bin Ubay bin Sahlul berambisi besar untuk meraih jabatan atau kekuasaan. Akibat ter.alu ambisi untuk memiliki kekuasaan, akhirnya mata hatinya buta sehingga tega amelakukan pengkhianatan dna kemuanfikan. Sehingga Abdullah bin Ubay bin Sahlul dijuluki tokoh pengkhianat dan tokoh munafik sampai akhir ajal tiba (meninggal). Subhanallah…

Ketiga, Abdurrahman Ibnu Mulzam. Pada zaman kekhalifahan Ali, Abdurrahman Ibnu Mulzam adalah sosok ulama besar yang paling terkenal. Abdurrahman Ibnu Mulzam dikenal seorang ulama yang paling fasih dan hafal al qur’an, ulama yang dikenal sangat rajin ibadah dan sholat malam, serta ulama yang terkenal selalu berpuasa sunnah senin kamis.  Abdurrahman Ibnu Mulzam memiliki anggapan bahwa Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib telah kafir (keluar dari Islam) karena berdamai atau melakukan musyawarah dengan Mu’awiyah dalam hal menyelesaikan persoalan pemerintahan atau politik kekuasaan. Karena persepsi dan keyakinan terjadap Sayyidina Ali sebagai orang kafir, akhirnya Abdurrahman Ibnu Mulzam tega membunuh Sayyidina Ali ibnu Abu Thalib. Subhanalah.. seorang ulama yang dikenal taat beribadah tega teganya membunuh sahabat Rasulullah yang terkenal cerdas, hafal al qur’an  ejak kecil dan masuk Islam nonor 3 setelah Siti Khadijah (Istri Rasul), Zaid bin Haritsah ( Pembantu Rasul). Subhanallah, sekali lagi subhanallah… , sungguh kejam jika seseorang (walaupun ahli ibadah) jika berwawasan  tekstualis /normatif dalam memahami ayat ayat alqur’an, akhirnya bisa berbuat nekat dan jahat serta tidak berperi kemanusian.

Kesimpulanya :

(1) Kreteria ulama yang baik, agung dan mulia tidak bisa dilihat dari aspek simbol atau normatif saja, misalnya dari simbol pakaiannya (surban, berpeci atau berjubah), tetapi harus dilihat dari rekam jejak atau perbuatan di masa lalu sampai sekarang. Ada oknum yang tiba tiba baik, karena memiliki tujuan dan terget tertentu yang bersifat pribadi dan kelompok. Ulama yang baik dan mulia, adalah yang memiliki konsistensi secara terus menerus dalam situasi apapun.

(2) Kreteria ulama yang baik dan mulia, juga jangan hanya dilihat dari ucapan dan atau tulisan yang di posting melalui media sosial, seperti tulisan yang Facebook, Twiter, WhatsApp (WA), Instagram dan Yau tube. Tetapi harus di teliti rekam jejak di masa lalu, apakah ucapannya itu konsisten atau tidak dalam memperjuangkan kepentinagn agama Islam atau umat Islam.

(3) Siapapun termasuk ulama, kalau sudah berurusan dengan politik kekuasaan, memiliki potensi besar untuk melakukan manipulasi untuk meraih tujaun yang diinginkan. Ada oknum ulama yang baik, tetapi ada juga oknum ulama yang jahat. Oleh sebab itu kita harus waspada dalam menilai dan mengikuti para ulama, teliti, dalami, pahami secara mendalam apa yang dikatakan dan diamalkan agar kita tidak mudah  di tipu dengan oknum-oknum  yang ngaku-ngaku atau yang di juluki ulama.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter