|  | 

Data Pustaka

Tidak Boleh Berlebihan Membenci NON MUSLIM ( QS. Al Maidah: 2)

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Ayat ini bisa kita jadikan tambahan pengetahuaan dan pemahaman, untuk bersikap kepada non muslim (Musyrik dan kafir). Mari kita telaah secara arif, onyektif dan rasional, jangan mengedepankan emosional. Allah SWT berfirman dalam Surah Al maidah ayat 2  yang berbunyi :  “Wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan bulan haram, jangan (mengganggu) hadya (hewan hewan kurban) dan qalaid (hewan kurban yang diberi tanda) dan jangan pula mengganggu orang orang yang mengunjungi  Baitul Haram; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram maka bolehlah kamu berburu. Jangan sanpai kebencianmu kepada suatu kaum karena mereka menghalang halangi dari masjidil haram, mendorongmu berbuat melampui batas kepada mereka. Dan tolong menolonglah dalam berbuat (mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Alah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya”  (QS. Al Maidah : 2).

Sebab sebab turunnya ayat (Asbabun Nuzul)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata : Al Hutham bin Hind al Bakri datang ke Madinah dengan membawa unta yang berisi makanan lalu ia (al Hutham bin Hind al bakri)  menjualnya. Setelah itu, ia mendatangi Nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhamamd SAW membaitnya dan masuk Islam. Saat ia keluar, Rasulullah memandangnya dan bersabda kepada orang orang yang ada di sekelilingnya “ ia datang menemuiku dengan wajah seorang penjahat dan pergi dengan punggung seorang pengkhianat”. Setibanya di Yamamah, ia murtad. Pada bulan Dzulqa’dah ia keluar bersama untanya yang membawa makanan hendak  ke Makkah. Ketika mendengar berita tersebut, para sahabat yang tergabung dalam kelompok Muhajirin dan Anshor bersiap siap siaga untuk mencegat untanya. Lantas Allah menurunkan Firman-Nya  yang berbunyi “ Wahai orang orang yang beriman!! Janganlah kamu melanggar syiar syiar kesucian Allah “. Akhirnya kelompok Muhajirin dan Anshor menghentikan niat dan langkahnya untuk mencegat Al Hutham bin Hind al Bikr.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, ia berkata : Rasulullah SAW Bersama para sahabatnya ada di Hudaibiyah, saat orang orang muysrik menghalang halangi mereka dari Masjidil Haram dan hal itu sangat menyusahkan mereka. Lalu kelompok musyrik dari arah timur melintasi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah umrah. Melihat  kaum musyrik melintas mau ibadah umrah, para sahabat berkata” Ayo kita halangi mereka seperti mereka menghalangi sahabat sahabat kita”. Kemudian Allah menurunkan Firman-Nya “ Jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum karena mereka menghalang halangimu dari Masjidil Haram”.

Makna Yang dapat diambil dari ayat tersebut.

  1. Sebagai muslim yang baik, tidak boleh memiliki sikap dan perbuatan yang menyebabkan kesucian agama Islam ( Allah SWT) terganggu. Artinya, seorang muslim yang baik tidak boleh dengan alasan menegakkan agama, dengan alasan menjaga kesucian agama, dengan alasan dakwah Islam dilakukan dengan cara cara yang keras, kasar, menyengsarakan orang lain (tidak berperikemanusiaan) yang akhirnya sikap dan perilaku (perbuatannya) justru merusak citra Islam yang selalu mengajarkan nilai nilai kedamaian, sopan santun, dan selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan.
  2. Sebagai muslim yang baik tidak boleh membenci kemudian melakukan kekerasan kepada kaum lainnya (Musyrik dan Kafir) meskipun kaum lainnya tersebut telah melukai atau menghalang halangi ibadah umat Islam. Artinya sebagai muslim yang baik harus selalu sabar dan bisa menjadi contoh atas kesabaranya, sehingga menyelesaikan persoaalnya tidak dengan cara cara kekerasan dan intimidasi. Walaupun kaum musyrik dan kafir menghalang halangi ibadah umat Islam, Allah SWT melalui Surah Al maidah ayat 2 jelas melarang umat Islam untuk membenci dan melakukan kekerasan kepada kaum musyrik dan kafir.
  3. Memamg ayat ini tidak mudah untuk di laksanakan, tetapi jika kita ingin menjadi muslim yang benar benar berkualitas, maka kita harus bisa melaksanakan ayat tersebut. Sebagai muslim jangan mudah emosi, marah dan melakukan kekerasan jika merasa digangu oleh umat lainnya. Perhatikan ayat tersebut, meskipun umat lain (musyrik dan kafir) mengganggu ibadah umat Islam, Allah SWT tetap melarang membencinya.
  4. Jika umat Islam mampu melaksanakan ayat tersebut, maka akan menjadi muslim yang sempurna dalam artian sempurna kualitas keimanan dna ketaqwaan sehingga akan hidup bahagian di dunia dan akherat.

Semoga semua umat Islam di manapun berada, mampu mengetahui dan memahami serta melaksanakan pesan yang ada di dalam surah Al Maidah ayat 2 ini, sehingga Islam benar benar agama yang  agung, mulia dan tidak akan ada yang menandingi karena para pemeluknya berhati lembut, ramah  dan perilakunya juga selalu mengedepankan etika dan sopan santun. AAmiin YRA.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter