|  | 

Populer

Menimbang Dua Pasangan Capres-Cawapres

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

KPU sudah resmi menerima dua pasang capres cawapres yang akan berlaga dalam pemilu presiden tahun 2019 yaitu  Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Saatnya rakyat Indonesia yang punya hak pilih mengetahui sepak terjang (track record) masing masing pasangan. Untuk apa? Agar tidak salah dalam menetukan pilihan di tgl 17 april 2019.

Delapan bulan yang tersisa ini bukan waktu yang panjang untuk memilih presiden-wakil presiden yang bisa membawa perubahan menuju masyarakat yang adil, makmur, bahagia dan sejahtera. Sebagai manusia tidak akan luput dari dosa atau kesalahan. Dalam hadis dikatakan ” al insaanu mahalul khatha’ wan nisiyan”, manusia itu tempatnya salah dan lupa. Artinya manusia tidak ada yang bebas dari kesalahan atau kekurangan, sebaliknya manusia juga tidak mungkin tidak mempunyai kelebihan atau kebaikan. Sebaik baik orang pasti punya kekurangan, sejelek jelek orang juga  masih punya kelebihan.

 Dua pasang capres dan cawapres juga tidak luput dari kelebihan dan kekurangan. Sebagai calon pejabat publik nomor satu (RI 1) dan nomor dua (RI 2), sudah selayaknya publik mengetahui kelebihan dan keluranganya agar rakyat Indonesia tidak salah pilih dalam menentukan pilihanya. Waktu 3 (tiga) sampai 5 (lima) menit di dalam bilik suara besok tanggal 17 april 2019 sangat menentukan wajah dan nasib bangsa Indonesia 5 ( lima) tahun mendatang. Gunakanlah hak suara, agar secara etik moral kita merasa bertanggung jawab atas kepemimpinan Indonesia. Kita bisa mengawal dan memberi masukan agar presiden dan wakil presiden tetap berada dalam koridor  keadilan dan kesejahteraan rakyat.

 Keberhasilan dalam pilpres ditentukan sejauhmana rakyat memiliki kepercayaan tinggi (hight trust) bahwa pasangan capres cawapres mampu menciptakan perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat.  Tentunya kepercayaan (trust) itu tidak serta merta tanpa  ada alasan dan indikasi yang menyebabkan rakyat menjadi percaya. Pengetahuan rakyat tentang kekurangan dan kelebihan menjadi salah satu sarana untuk menumbuh kepercayaan kepada salah satu pasangan capres-cawapres.
Kekurangan dan kelebihan pasangan Jokowi

Salah satu kelebihan dan sekaligus kekuatan calon petahana adalah telah memiliki pengalaman. Jokowi tidak hanya berpengalaman menjadi presiden selama 1 periode (5 tahun), tetapi sebelum menjadi presiden juga menjabat sebagai Walikota solo 2 ( dua) periode, kemudian menjadi Gubernur DKI  selama 1, 5 tahun.  Soal birokrasi pemerintahan bagi Jokowi tidak perlu diragukan lagi. Setumpuk pengalaman Jokowi menduduki jabatan pemerintahan tetapi fakta yang di rasakan selama menjadi presiden Jokowi tidak mampu mengatasi gejolak perekonomian bangsa Indonesia. Harga sembako sulit dikendalikan, stabilitas politik juga tidak dalam kategori aman. Jokowi di kesankan pro China yang berimplikasi membanjirnya TKA yang akhirnya dirasakan sangat mengganggu lapangan kerja bangsa Indonesia (TKI).

 Cawapres KH. Ma’ruf Amin dari aspek nama sangat populer. Siapa yang tidak kenal sosok ulama yang memiliki segudang posisi di organisasi sosial. Selain sebagai Rais ‘Am Syuriah PBNU, sosok ulama ini juga menjadi ketua umum MUI dan juga pembina Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES) pusat. Kalangan pesantren dan warga NU (nahdliyin) di seluruh Indonesia sangat mengenal KH. Ma’ruf Amin. Walaupun memiliki segudang kelebihan, KH. Ma’ruf Amin dianggap tidak tepat menjadi wakil presiden. Jabatan sebagai Rais ‘Aam Syuriah PBNU dan Ketua Umum MUI adalah posisi sangat mulia diatas lembaga tinggi negara yang memiliki tugas sebagai pengendali pelaksanaan birokrasi negara. Sangat tidak tepat jika   posisi yang sangat terhormat justru di jadikan sebagai wakil presiden yang secara otomatis menjadi sub ordinat (di bawah) lembaga kepresidenan. Alih alih menghormati dan mengangkat derajat ulama, yang terjadi justru merendahkan kredibilitas ulama. Usia KH. Ma’ruf Amin yang sekarang mencapai 75 tahun juga menjadi  salah satu yang dianggap kelemahan, walaupun negara tetangga kita Malaysia baru saja melantik Perdana Menteri pada saat usai 92 tahun. 

Kekurangan dan Kelebihan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno

Semua orang tau, bahwa Prabowo Subiyanto adalah tokoh nasional yang berlatar belakang militer (mantan Danjen Kopasus) yang diyakini mampu bersikap tegas dalam mengelola birokrasi negara.  Berani tegas kepada bangsa lain yang ingin mengganggu dan merusak NKRI. Selain berkarakter militer (jenderal), secara politis Prabowo memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang remeh. Posisi sebagai ketua dewan pembina partai gerindra yang memiliki kekuatan 3 besar suara di parlemen ditambah suara partai koalisi  bisa menjadi modal untuk mengelola negara secara rapi dan tertib.

 Kelemahan Prabowo sebagai capres terletak pada pengalaman mengelola birokrasi pemerintahan. Fakta menunjukan bahwa Prabowo belum pernah memiliki pengalaman menjadi birokrasi mengatur pemerintahan. Rakyat perlu bukti kuat untuk meyakinkan kalau Prabowo mampu mengelola birokrasi pemerintah yang penuh dengan tekanan dan Tarik menarik dari berbagai kepentingan. Kata pepatah, Pengalaman adalah guru yang paling utama, artinya semakin banyak atau lama pengalaman seseorang dalam mengelola organisasi pemerintahan, memiliki peluangsbedar untuk sukses dalam menduduki jabatan birokrasi pemerintahan.

Sandiaga Uno, Lahir di Pekanbaru Riau, tanggal 28 Juni 1969. Dari segi usia bisa dibilang sangat muda belia untuk posisi cawapres. Usia 50 tahun merupakan usia yang produktif dan matang dalam berorganisasi. Usia muda identik dengan kecepatan, kegigihan, inovasi dan progresif, sehingga dengan posisi sebagai wakil presiden, Sandiaga Uno diharapkan mampu menjadi motor penggerak dinamisator dan progresivitas rofa pemerintahan.

Jabatan public, tidak cukup hanya dengan modal usia muda saja. Modal yang lain juga dieprlukan yaoitu modal sosial. Artinya Sandiaga Uno dari aspek sosial dapat dikatakan kurang dikenal rakyat Indoensia. Nama Sandiaga Uno baru dikenal pada saat berpasangan dengan Anis Baswedan sebagai Calaon Gubernur dan wakil Gubernur DKI tahun 2017. Secara sosiologis, Sandiaga Uno barua dikenal oleh masyarakat DKI Jakarta. Dalam konteks rakyat Indonesia, Sandiaga Uno masih banyak yang belum kenal dan belum paham. Pengalamannya yang berkutat pada urusan bisnis juga akan menjadi kendala untuk meyakini Sandiaga Uno memiliki kemampuan mengelola birokrasi pemerintahan. Karakteristik pengelolalan birokrasi pemerintahan (wakil presdien) berbeda dnegan karakteristik mengelola perusahaan (Bisnis).

Stratagei Kampanye

Pennggunaan hak suara (pencoblosan)  pasangan capres dan cawapres masih ada waktu selama 8 (delapan) bulan. Selama waktu ini saatnya masing masing team melakuan kampanye dengan  berbagai metode dan tehnik sesuai regulasi yang diatur oleh KPU. Kekurangan dan kelebihan  masing masing pasangan harus bisa di tutup atau dijelaskan melalui forum forum dan media kampanye agar rakyat Indonesia memiliki pengetahuan dan pemahaman yang utuh terhadap masing masing pasangan capres dan cawapres.

Rakyat menunggu visi, misi dan program masing masing pasangan capres dan cawapres. Rakyat akan menilai pasangan mana yang dianggap visi, misi dan program paling rasional, obyektif, aplikatif dan diyakini mampu mensejahterakan rakyat Indonesia. Masing masing pasangan harus pandai pandai melakukan dan memilih strategi kampanye, agar rakyat benar benar memiliki kepercayaan tinggi terhadap figur pasangan capres dan cawapres. Selamat berkampanye kepada masing  masing pasangan dan selamat  mengikuti visi, misi dan program pasangan capres dan cawapres untuk dijadikan bahan menentukan pilihan pada  pilpres tanggal 17 april 2019.

 

 

 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter