|  | 

Komentar

Valentino Simanjutak, Asian Games dan Nasionalisme

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Insan olahraga khususnya para pecinta sepakbola pasti mengenal sosok komentator bola bernama Valentino Simanjutak yang dikenal dengan sebutan bung “jebret”, bung Valen dan ada yang memanggil dengan sebutan bung Prahara. Pria kelahiran Jakarta, 11 juli 1982 ini, memiliki ciri khas ketika sedang menjalankan tugas profesinya sebagai komentator bola. Kata kata yang di pilih selalu bernuansa homuris, menarik, edukatif dan mampu “ membakar “ semangat rasa kebangsaan (nasionalisme).

Setiap kali pertandingan bola akan dimulai, apa lagi saat anak anak Indonesia berhasil menjebol gawang lawan, Bung Jebret selalu memiliki jargon 3 kali bertanya : “ Siapa kitaaa”? Indonesia..!! Siapa kitaaa? Indonesia.  Siapa Kitaaa ? Indonesia… Kata kata ini memiliki makna sangat dalam terkait  dengan nasionalisme bangsa Indoensia. Kata kata tersebut juga di gelorakan pada saat Indonesia terlihat kurang semangat  dalam bertanding. Sehingga untuk “ menginjeksi” semangat para pemain, Valentino juga menggelorakan dengan jargon tersebut. Apa artinya semua ini? Valentino Simanjutak yang aktif sebagai pengurus Assosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) selalu mengingatkan kepada kita bangsa Indonesia bahwa apapun suasananya, seperti apapun kondisinya, kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap bersatu, bersemangat membela dan mempertahankan negara Indonesia tercinta.

“ Salam nasionalisme” versi Valentino Simanjutak “ Siapa kitaa? Indonesia. Siapa Kitaa? Indonesia. Siapa Kitaa?? Indonesia. Perlu disosialisasikan tidak hanya di event olahraga saja tetapi harus dikembangkan dievent olahraga tingkat ASIA yang sebentar lagi akan di buka.

Asian Games yaa Asian games, pesta olahraga tingkat Asia harus bisa melahirkan jargon yang menarik dan edukatif dalam rangka membangun rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Sudah ada bukti, bahwa olahraga khususnya sepakbola mampu menyatukan semua kepentingan politik. Apapaun partainya, siapapun calonnya dalam pilkada, jika Timnas Indonesia bermain dengan negara lain, semuanya tanpa komando, secara otomatis mendukung timnas Indonesia. Event olahraga Asian games yang berlangsung selama 2 minggu di Jakarta dan Palembang harus menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat nasionalisme melalui jargon, atas salam nasionalisme seperti yang telah di miliki Valentino Simanjutak dalam event sepekbola.

Para komentator semua cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games harus memiliki kreativitas, dan inisiatif menemukan kata kata yang indah, menarik, humoris, edukatif yang bisa membangkitkan jiwa nasioanlisme seluruh bangsa Indonesia. 40 (Empatpuluh) cabang olahraga yang dipertandingkan di Asan Games bukan jumlah yang kecil jika bisa dijadikan sarana untuk menemukan jargon, kata kata yang menarik dan unik untuk membangun kekuatan nasionalisme Indonesia.

Nasionalisme Pancasila

Nasionalisme bagi bangsa Indonesia adalah Nasionalisme Pancasila yaitu suatu keyakinan untuk memiliki bangsa Indonesia selalu berdasar pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Menumbuhkan semangat untuk menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya dilakukan melalui forum forum Pendidikan formal (sekolah), pelatihan, penataran. Jiwa nasionalisme bisa dilakukan secara menarik dan menyenangkan yaitu melalui berbagai forum olahraga yang nota benenya sangat dicintai bangsa Indonesia khususnya para kaula muda.

Laporan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan tahun 2017 menyebutkan bahwa pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki rentang usia antara 16-30 tahun. Indonesia memiliki jumlah pemuda 24.5 % dari total penduduk yang mencapai 252 juta orang. Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar untuk di pengaruhi atau dikembangkan semangat nasionalismenya. Pemuda atau kaula muda merupakan salah satu elemen yang sangat menentukan nasib suatu bangsa. Presiden RI pertama sang Proklamator Indoensia Soekarno mengatakan “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Seribu orang tua, sebanding atau sama dengan 10 pemuda.

Momentum Asian Games adalah kegiatan yang sangat di cintai para pemuda, jika selama kegiatan Asian Games semua komentator atau setiap cabang yang dipertandingkan berhasil menemukan jargon yang indah untuk menguatkan nasionalisme pancasila, maka Indonesia akan tetap kuat dan semakin besar bertengger sejajar dengan negara lain didunia. Semoga Asian Games tahun 2018 ini mampu melahirkan sosok Valentino Simanjutak lainnya, sehingga ada banyak Valentino Simanjutak yang mampu membuat jargon nasionalisme bagi bangsa Indonesia.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter