|  | 

Populer

” MAKELAR ” RAMADHAN

img-responsive

” Makelar” Ramadhan
Oleh : M. Saekan Muchith

 

” Wahai orang orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan” ( QS. Ash shaff: 2-3).

” Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaktian, sedang kamu melupakan diri ( kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al kitab ( taurat)? Maka tidaklah kamu berfikir?” (QS. Albaqarah : 44).

Kedua ayat tersebut menjelaskan profil orang yang tidak konsisten antara apa yang ucapkan atau diperintahkan dengan apa yang dikerjakan atau perilakunya. Orang jawa bilang ” jarkoni” iso ngajar ora iso nglakoni. Bisa mendidik tetapi tidak bisa melaksanakan.  ” sarung mlekat di dondomi” iso nasehat ora iso nglakoni. Bisa memberi nasehat tetapi tidak bisa menjalankan seperti yang di nasehatkan.

Hanya orang orang bodoh yang hanya bisa mengatakan dan memerintahkan tetapi tidak bisa melaksanakan apa yang diperintahkan. Hadis yang diriwayatkan Abu Darda RA mengatakan bahwa tanda kebodohan manusia ada tiga pertama, mengagumi diri sendiri, kedua,  banyak bicara yang tidak bermanfaat dan ketiga melarang sesuatu tapi melanggarnya.
Bulan suci ramadhan mengajarkan kejujuran, ketaatan dan konsistensi. Setiap orang yang puasa ramadhan harus konsisten antara ucapan dan perilalu. Orang yang tidak sama antara yang dikatakan dengan yang di lakukan termasuk golongan orang munafik.
Dibulan ramadhan ini kita jangan hanya bercerita tentang kebaikan tetapi kita tidak melaksanakan, memerintahkan untuk berpuasa tetapi tidak pernah melaksanakan, menjalankan kebaikan hanya dalam tataran seremonial, sering memberi janji tetapi tidak pernah menepati, berkata manis di bibir tetapi pahit di perilaku. Orang melihatan baik di pernukaan tetapi sebenarnya jahat dalam kenyataan. Di musim menjelang pemilu atau pilkada karakter seperti itu sangat mudah dihat dan dirasakan.

Di bulan suci ramadhan ini jangan sampai kita terjebak kepada karakter atau mentalitas para “makelar” yang hanya bisa menceritakan kebaikan dan keunggulan barang tetapi tidak pernah mau membelinya. Hanya orang lain yang disuruh membeli.  Semoga di bulan ramadhan ini kita semua mampu  melahirkan kepribadian yang taat, patuh dan konsisten antara yang kita ucapkan dengan yang kita amalkan. Amien yra.

Penulis adalah Dosen Stain Kudus, Sekretaris Majelis Alumni IPNU JawaTengah dan Dewan Ahli www.tassamuh.com

 

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter