|  | 

Aktivitas

Catatan Perjalanan Ibadah haji 2022: Trik Sholat Jumat di Masjidil haram

img-responsive

Semakin mendekati puncak ibadah haji yang disebut Arofah Muzdalifah dan Mina ( Armuzna) tanggal 8 -13 Dzulhijjah 1443 H,  CJH semakin memenuhi kota Makah khususnya jamaah sholat di Masjidil Haram .

Setiap saat ( 24 jam) Masjidil haram dipenuhi jamaah yang ingin melaksanakan sholat, thowaf dan juga sa’i. Semua CJH berebut ingin menjalankan ibadah sholat di Masjidil haram karena sesusi hadis Rasul yang mengatakan bahwa sholat di Masjidil haram memiliki peluang pahala dilipatgandakan 100 ribu kali dibanding dimasjid lainya. Mumpung berada di Makah maka CJH berloma lomba ingin sholat, berdzikir, dan beribadah lainya dengan chusyu’.

Namun karena situasi suhu udara yang berbeda dengan Indonesia ( rata2 suhu udara Makah berkisar antara 32-40 derajat) terutama saat siang hari cenderung panas menurut kebiasaan orang Indonesia.

Oleh sebab itu, banyak juga CJH yang menghindari terik matahari, dengan demikian, CJH saat waktu sholat dhuhur dan ashar cenderung di dalam hotel. Untuk sholat subuh, maghrib dan isya mayoritas berada di Masjidil haram.

Lalu bagaimana khusus CJH laki laki dalsm menjalankan sholat Jumat? Perlu diketahui waktu sholat dhuhur Masjidil haram jam 12.22 waktu Makah, waktu dimana suhu udara panas berada dipuncak panas. Maka perlu kiat khusus bagi CJH yang ingin melaksanakan sholat Jumat.

Pertama, berangkat lebih awal, maksimal jam 10.00 waktu Makah diupayakan sudah berada di dalam masjid. Konsekuensinya jam 9.30 Sudah harus berangkat dari hotel. Mengapa demikian? Angkutan bus dari hotel ke terminal Syieb Amir setelah jam 10.00 Sdh tidak operasi lagi, jika terlambat bus CJH harus jajan kaki sekitar 2 Km di bawah terik matahari. Selain itu jika sampai masjid lebih jam 10.00 dipastikan kesulitan mendapat tempat sholat, bisa jadi berada di luar ( halaman ) Masjidil haram dan pasti sangat panas.

Kedua, jangan lupa tetap membawa air minum dan semprotan wajah, memakai masker untuk tetap patuh protokol kesehatan.

Ketiga, diupayakan tidak buang air sebelum sholat Jumat selesai, karena toilet jauh dengan temlat sholat, jika harus keluar mengambil air wudhu maka dimungkinkan sangat sulit untuk kembali ke tempat semula dan akan tidak kebagian tempat sholat lagi. Jarak tempat sholat dan toilet cukup jauh, tidak seperti di madjid Nabawi baik toilet untuk laki laki maupun perempuan lebih dekat dari tempat sholat.

Apalagi semakin mendekati puncak haji, aparat keamanan Masjidil haram memperketat pembatasan kepada semua CJH. Banyak sekat2 yang menyebabkan harus muter kalau ingin masuk lokasi masjid.

Yang paling penting dari semua itu, CJH harus tetap sabar dalam menghadapi semua realitas yang dialami selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Semoga semua CJH selalu dalam kesehatan, kekuatan lahir batin, keberkahan dan keridloan Allah SWT, dan bisa membawa predikat haji mabrur. Amie. Yra ..

ABOUT THE AUTHOR

Pengunjung Website

Flag Counter