|  | 

Komentar

M. Saekan Muchith : Apa dan Siapa YAHUDI?

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Yahudi baik sebagai agama ataupun bangsa (komunitas) selalu diposisikan sebagai musuh bagi umat Islam. Hal ini diperkuat dengan dalil al qur’an dalam Surah Al Baqarah 120 “ Orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. katakanlah; Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
Berbicara Yahudi setidaknya ada dua hal yang harus dipahami. Pertama, yahudi sebagai suatu bangsa atau kelompok masyarakat yang hidup secara turun temurun yang dimulai dari zaman Ibrahim atau Abraham yang hidup 1900 SM. Kedua, Yahudi sebagai suatu agama atau keyakinan yang diawali dari Nabi Musa bersemedi selama 40 hari di bukit Tursina yang mendapat wahyu dari Allah berupa kitab Taurat. Sejak itulah ajaran agama Yahudi dimulai.
Sebagai suatu bangsa, Yahudi diawali dari sekelompok orang (masyarakat) dibawah kepemimpinan seorang tokoh bernama Abraham yang hidup 1900 SM yang berusaha menghindari tekanan dari penguasa yang sangat dhalim pada saat itu bernama Raja Namrud. Disebutkan bahwa Raja Namrud adalah putra dari seorang tokoh bernama Kush bin Ham bin Nuh. Sehingga raja Namrud adalah cicitnya Nabi Nuh.
Setelah nabi Ibrahim atau di kenal dengan nama Abraham wafat, kepemimpinan bangsa Yahudi digantikan oleh Ishaq dan kemudian putranya Ya’kub yang mendapat gelar kehormatan bernama Israel yang memiliki makna “ hamba Allah yang taat atau patuh”. Ya’kub memiliki 12 orang putra antara lain ; Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf dan Benyamin.Keturunan ya’kub dikenal dnegan banai Israel. Diantara anak Ya’kub yang dikenal memiliki anak turun atau keturunan paling banyak adalah anaknya yang bernama Yehuda. Dari sinilah semua anak turun ya’kun dikenal sebagai bangsa Yahaudi yaitu orang orang yang mengikuti atau mentaati tokoh anak dari Ya’kub bernama Yehuda. Jika dirunut secara nasab, Yehuda bin Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim. Bisa dikatakan Yehuda, Tokoh yang kemudian melahirkan nama Yahudi sebagai bangsa adalah cicit dari nabi Ibrahim atau bisa disebut Abraham.
Salah satu dari anak Ya’kub yang bernama Yusuf ada yang menjadi penguasa di Mesir, sehingga menjadikan mayoritas keturunan dari Ya’kub termasuk Yehuda (Yahudi) hidup nyaman, tenang dan sejahtera di di negara mesir. Selama berabad abad keturunan Ya’kub dan termasuk Yehuda diterima dengan baik dan diperlakukan dengan baik pula oleh pemerintah Mesir. Pada saat pemerintahan Mesir dipimpin oleh Seorang Fir’aun atau yang memiliki nama asli Amnahotab II, yang memerintah berabad abad lamanya, telah terjadi penyelewenagan kepemimpinan, penindasan, kedholiman, memberlakukan hukum rimba siapa yang kuat itulah yang harus menang. Kesewenang wenangan terus terjadi seiring dengan perjalanan waktu, Raja Fir’aun atau biasa disebut sang penindas, terus melancarkan aksinya dnegan semena mena kepada rakyatnya, sehingga rakyat mesir sangat menderita secara fisik atau non fisik, yang enak semamin enak, yang mulia makin dimulyakan, yang miskin ditekan dimiskinkan, yang lemah diperlemah, apa yang dikatakan Fir’aun harus diikuti, siapapun yang tidak mengikuti apa yang dikatakan Fir’aun maka akan di bunuh dan dihilangkan dari kehidupan sosialnya. kesombongan Fir’aun semakin menajdi jadi, karena merasa dan harus diakuis ebagai orang yang paling kuat, paling memiliki segalanya, bahkan sampai mereasa dirinya Tuhan yang harus diakui dna diterima oleh masyarakat Mesir.
Situasi yang terus berjalan sangat menakutkan dan mencekam, pada saat itulah Allah mengutus atau memerintah tokoh bernama Musa dan Harun untuk membebaskan bangsa atau masyarakat Mesir agar terhindar dari “kegilaan” pemimpin yang bernama Fir’aun. Langkah awal yang dilakukan oleh Musa dan Harus adalah mengajak kepada Fi’aun untuk mengetahi, memahami dan meyakini atau mengakui keberadaan (keesaan) Allah swt. Artinya Fir’aun disadarkan bahwa Allah adalah Zat yang harus disembah dan diakui kemaha segala galanya. Tidak ada lainnya selain Allah yang harus di sembah.
Mendapat ajakan dari Musa dan Harun untuk bertauhid kepada Allah swt, Fir’aun bukannya berubah atau semakin melunak, tetapi sikap dan arogansi Fir’aun semakin menjaid jadi. tekanan kepada Musa dan para pengikutnya semakin kuat. Masyarakat Mesir khususnya yang mengikuti ajakan MUsa semakin di siksa, dibunuh, di dholimi setiap hari. bahkan pasukan Fir’aun melakukan pengejaran kepada siapapun yang berani menenetang Fir’aun dna mengikuti Musa dimanapun dan kapanpun. Mendapat tekanan yang sangat besar dari Firaun, maka Musa mengajak kaumnya untuk menghindar atau pindah kesuatu tempat bernama Kan’an. Fir’aun dan pasukannya terus mengejak, sampai akhirnya menyeberang laut, dan akhirnya Fir’aun dan pasukannya tenggelam di laut. Hal ini sesuai Firman Allah swt :
“ Dan ingatlah saat Kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut pengikutnya, sedang kamu sendiri menyaksikan”. (QS. Al baqarah 50).
Dan juga dijelaskan dalam firman Allah swt:
“ Kemudian Kami menghukum mereka, maka kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat ayat Kami dan mereka adalah orang orang yang melalaikan ayat ayat Kami “ (QS Al Araaf 136).
Selama perjalanan Musa dan para pengukutnya menempuh jarak yang sangat jauh dan melalui medan yang sulit dan berat. Pada saat suasana seperti itulah maka mulai para pengikut Musa mengeluh, dan bahkan ada yang menyesal mengikuti perjalanan Musa karena selama dalam perjalanan sering mengalami beban penderitaan. Para pengikut Musa dan haraus tidak merasa bahwa selama perjalanan bersama Musa Allah swt telah banyak memebrikan kemudahan dna perlindungan, seperti tertutupnya awan panas selama dalam perjalanan, dan ketika mereka lapar dan huas maka secaar tiba tiba dan kebetulan mereka menemukan banyak makanan dna ,minuman yang bisa dikonsumsi. Apa yang diberikan Allah tidak disadarai oleh sebagian para pengikut Musa, sebagian pengikut Musa selalu menyesali atas tindakan mengikuti perjalanan Musa. Sebagian pengikut Musa selalu mencari cari kesalahan untuk di”kambing hitamkan” agar pengikut lainnya semakin bertambah banyak yang diharapkan untuk melakukan perlawanan kepaad Musa. Pada saat perjalanan Musa dan pengikutnya sampai disuatu tempat bernama Tursina, Musa dan pengikutnya mendirikan perkembahan untuk berteduh dan beristirahat setelah melakukan perjalanan sangat panjang dan penuh penderitaan. Pada saat para pengikutnya berada di Tursinia, Musa pergi ke bukit Tursina selama 40 (empatpuluh) hari melakukan meditasi yang akhirnya mendapat wahyu berupa kitan taurat yang isinya perintah dari Allah agar Musa lebih serius untuk mengajarkan dan mengajak masyarakat untuk mengakui atau percaya ke esaan Allah swt. Hanya kepada Allah swt yang berhak di sembah, dan tidak boleh menyamakan dengan apapun dan siapapun.
Kepergian Musa ke bukit Tursina, dimanfaatkan oleh seseorang untuk melakukan kejahatan. Tokoh bernama Samiri memanfaatkan kepergian Musa dengan cara cara licik dan penuh “akal bulus”. Samiri mengajak para pengikut Musa untuk menyembah patung dan sapi. Samiri berpendapat bahwa yang layak di sembah adalah patung dan sapi. Pada saat Musa selesai melakukan meditasi dari bukit Tursina, maka Musa mulai mengajak kepada kaumnya untuk mempercayai dan menyembah Allah swt, tetapi sebagian pengikutnya tidak mau dna mengingkari apa yang diperintahkan Musa, karena sebagian besar sudah terprovokasi oleh Samiri untuk menyembah patung dan sapi.
Selesainya Musa melakukan meditasi dengan menerima wahyu berupa taurat, yang berimplikasi perintah untuk melakukan gerakan tauhid kepada para pengikutnya, maka mulailah syariat Yahudi sebagai agama mulai diberlakukan.
Yahudi Sebagai Agama
Buku Sejarah terlengkap Agama Agama di dunia (2015) Karya M. Ali Imron hal: 348-350 dijelaskan secara panjang lebar bahwa yahudi sebagai agama di mulai dari Musa menerima wahyu kitab taurat yang kemudian menjadikan kewajiban untuk mengajak (berdakwah) kepada para pengukutnya untuk beriman kepada Allah swt. Ternyata tidak mudah mengajak untuk beriman kepada Allah, para pengikut Musa banyak yang ingkar atau menolak ajak bertauhid. Sebelum Musa meninggal kepemimpinan untuk membimbing para pengikutnya di gantikan oleh putranya bernama Eliazar. sebelum meninggal Musa memberi pesan atau wasiat, agar Eliazar meneruksan perjuangannya untuk mengajak bertauhid dan melanjtukan perjalanan menuju daerah atau wilayah kan’an. Selanjutnya perjalanan menuju Kan’an dilanjutkan dengan melakukan peperangan menaklukkan wilayah Kan’an dengan pimpinan perang atau panglima bernama Yoshua berhasil menaklukkan wilayah Kan’an sehingga Yoshua akhirnya menjadi pemimpin menggantikan Musa.
Setelah Yoshua meninggal, masyarakat Bani Israil secara total mengalami penyimpangan dalam berkehidupan, yaitu banyak melakukan pelanggaran tauhid, dan penyembahan berhala serta menyembanh sapi dan anak sapi seperti yang diajarkan oleh Samiri saat Musa pergi bermeditasi di bukit Tursina. Berbagai mentalitas masyarakat yang menyimpang dari aturan keimanan, secara pelan pelan dilawan atau dihilanhgkan oleh pemimpin bernama Yehezekil. Perbuatan syirik seperti menyembah sapi, patung mulai bisa dihilangkan di bawah kepemimpinan Yehezekil.
Setelah Yehezekil wafat, Bani Israil dipimpin oleh Daud yang memerintah selama 40 tahun (1012-972 SM). Pada saat situasi dianggap aman dan menang atas berbagai perlawanan, Daud mendirikan kerajaan di Kan’an (Palestina). Selama kepemimpinan daud, bangsa Bani Israil dalam kehidupan yang aman, sejahtera, sistem pemerintahannya juga lebih baik dibanding sebelumnya. Setelah Daud wafat, Bani Israil dipimpin oleh Raja Solomon (Sulaiman) yang memerintah 972-937 SM. Pada masa kepemimpinan Raja Solomon inilah baitul maqdis didirikan dan mulai saat inilah wilayah Bani Israil di perluas ke arah selatan sampai sungei nil dan kearah utara sampai sungei eufrat.
Pasca sepeninggalnya raja Salomon, Bani Israil hidup dalam perpecahan atau pertikaian dengan seasama. Secara umum bani Israil atau kerajaan Israil terbelah menjadi dua yaitu wilayah selatan dan utara. Kerajaan Israil wilayah selatan diberi nama Yehuda di pusatkan di Yerusalem dan dipimpin oleh Rabiam, sedangkan kerajaan Israil wilayah utara di beri nama Israil dipusatkan di kita Samaria dnegan pimpinan raja bernama Yerobeam. Konflik berkepanjangan akhirnya kerajan Israil selatan dan utara sama sama hancur yang akhirnya mereka mengalami pembuangan di wilayah babilonia. Selama hidup diBabilonia, yahaudi dilarang menjalankan kepercayaan seperti yang diajarkan Musa, Daud dan Sulaiman yaitu dilarang menyembah Allah, dilarang memakai bahasanya sendiri.
Selama 70 tahun hidup dalam tekanan di babilonia, bangsa yahudi kembali ke palestian setelah babilonia ditaklukkan oleh Raja Cirus Agung dan dalam waktu yang sama Persia juga ditaklukkan oleh Alevander Agung dari Yunani. Saling rebutan wilayah terjadi antara Persia, Yunani dan Romawi.
Analisis
Istilah Yahudi setidaknya memiliki dua makna yaitu Yahudi sebagai bangsa yang di awali dari Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Ishak, Nabi Ya’kub, dilanjutkan turun temurun sampai Nabi Musa. Dimana bangsa Yahudi ditandai dengan mentalitas atau semangat tinggi untuk melakukan perjalanan atau menggembara dari satu wilayah ke wilayah lain.
Sedangkan Yahudi bisa dipahami sebagai suatu agama dimulai dari nabi Musa setelah menerima wahyu kitab taurat yang diperintahkan Allah untuk mengajarkan ajaran tauhid atau keimanan kepada Allah swt., kemudian turun temurun kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Jika dilihat secara tekstual atau normanya, Yahudi sebagai bangsa ataupun sebagai agama memiliki ketentuan atau norma yang baik. Tetapi jika dilihat dari realitas atau praktiknya, Yahudi sebagai bangsa maupun agama juga banyak oknum yang melakukan kesalahan atau pelanggaran. Mengenai oknum yang melanggar, tidak hanya yahudi saja, tetapi umat Islam, Kristen, Hindu, Budha juga banyak yang melakukan kesalahan.
Jika ditarik ke atas, yahudi dan Muslim memiliki keturunan yang sama yaitu berasal dari Nabiyullah Ibrahim AS. Bangsa Yahudi yang dikenal dengan Bani Israil dan kemudian melahirkan agama Yahudi berasal dari Nabi Ibrahim (orangYahudi menyebut Abraham).
Sedangkan Umat Islam, umatnya Nabi Muhamamd SAW, keturunana dari keluarga Bani Kinanah dan Bani Hasyim, yang berkebangsaan atau suku Quraisy jika ditarik keatas sampai ke urutan 62, ternyata juga berasal dari Nabi Ibrahim.Inilah urutana keturunan dari nabi Muhamamd sampai nabi Ibrahim:
(1) Ibrahim (2) Ismail (3) Qaidar (4) Qaram (5) ‘Auda’ (6) Wazzi (7) Sami’ (8) Zarih (9) Nahith (10) Muksar (11) Aiham (12) Afnad (13) Aisar (14) Deshan (15) Ayd (16) Arami (17) Yalhan (18) Yahzin Yathrib (19) Sanbir (20) Hamdan (21) Ad Da’an (22) Ubayd (23) Abqar (24) Ayd (25) Makhi (26) Nasikh (27) Jahim (28)T tabikh (29) Yadlaf (30) Bildas (31) Haza (32) Nashid (33) Awwam (34) Obay (35) Qamwal (36) Buz (37) Aws (38) Salaman (39) Humaisi (40) Add (41) Adnan (42) Ma’ad (43) Nizar (44) Mudhar (45) Ilyas (46) Mudrikah (47) Khuzaymah (48) Kinanah (49) Nadhar (50) Malik (51) Fihr (52) Gholib (53) Lu’ay (54) Ka’ab (55) Murrah (56) Kilab (57) Qushay (58) Abdul Manaf (59) Hasyim (60) Abdul Mutholib (61) Abdullah (62) Muhamamd Saw

Terlepas dari itu semua, Yahudi baik sebagai bangsa ataupoun agama, adalah keturunan para nabi yang diyakini oleh umat Islam sebagai utusan Allah swt, yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Ya’kub, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang juga adsa kaitannya dengan Nabi Muhamamd. Oleh sebab itu permusuhan atau dendam kita dengan agama apaoun harus di hentikan dan jangan saling curiga satu dengan lainnya walaupun beda agama.

Penulis adalah Dosen tetap STAIN Kudus, Sekretaris Majelis A;lumni IPNU Jawa Tengah, Ketua Komisi Dakwah dan Politik MUI Kudus.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter