|  | 

Breaking News

Asal Muasal Puasa Tarwiyah dan Arofah.

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Intisari Ngaji Jum’at Fajar, Masjid Al-Aqsha Menara Kudus bersama Romo K.H. Sya’roni Ahmadi al Hafidz.
Nabi Ibrahim a.s adalah salah satu diantara para nabi yg paling kaya raya dan juga memiliki jiwa dermawan. Nabi Ibrahi pernah berqurban sebanyak 1000 ekor kambing, 300 ekor sapi, dan 200 ekor unta. Luar biasa. !!!!!. Belum pernah umat Islam walaupun terkenal kaya raya di masa sekarang mau dan berani berkurban sebanyak qurbannya Nabi Ibrahim a.s tsb.
Mayoritas manusia ( umat pada saat itu), dan juga diantara para malaikat memberikqn banyak pujian atau sanjungan kepada kepribadian dan kedermawanan Nabi Ibrahim as.
Mendengar pujian dari mayoritas umat dan para malaikat menjadikan Nabi Ibrohim “sedikit jumawa” sehingga sampai berucap.. ” jangankan hanya hewan, jika Allah menginginkan, anakpun aku qurbankan”.
Kira-kira demikian kata hatinya mengatakan bahkan sebagian pendapat mengatakan bahwa itu di diucapkan Nabi Ibrahim a.s secara gamblang.
Kata hati dan ucapan sering menjadi doa dan kenyataan. Pada duatu ketika Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi dari Allah utk menyembelih putra kesayangannya (Ismail) . Terhadap mimpi tsb, Nabi Ibrahim blm yakin kalau mimpi itu merupakan petunjuk yqng datang dari Allah. Nabi Ibrahim merenung dan berpikir dalam bahasa arab berasal dari kata rawwa-yurowwi-tarwiyyah. Akhirnya hari itu kemudian dinamakan hari TARWIYYAH ( tgl 8 Dzulhijjah). Setelah merenung, pada hari kedua mimpinya (tgl 9 Dzulhijjah) Nabi Ibrahim benar-benar mulai mengetahui ( ‘Arafa) tentang makna mimpinya, dan di yakini bahwa perintah menyembelih putranya dalam mimpinya benar-benar datang /perintah dari Allah . Akhirnya hari tersebut dinamai hari ‘ARAFAH.
Setelah tau dan yakin bahwa mimpi itu dari Allah maka di hari ketiga dari mimpi Nabi Ibrahim yaitu tgl 10,dzulhijjah maka Nabi Ibrahim benar-benar melaksanakan perintah Allah dengan cara menyembelih putra kesayangannya (Ismail). Seperti diterangkan dalam Q.S. Ash-Shafaat : 102 – 107. Bahwa intinya Nabi Ibrahim merlaksanakan perintahnya menyembelih putra kesayanganya ( Ismail). Hal itu merupakan bentuk ketaatan dan kesabaran serta sebagai ujian nyata bagi Nabi Ibrahim yang menyebabkan Allah Swt mempunyai rencana lain yaitu ALLAH SWT Mengirim seekor kambing dari syurga utk mengganti Ismail yang akan disembelih ( wafa daenahu bidziihin ‘adziim), ” Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar”.
Berdasarkan deskripsi tersebut maka ada beberapa yang bisa kita ambil hikmahnya:
Pertama, sebagai umat Islam yang baik maka kita harus melaksanakan puasa sunnah pada tgl 8 dan 9 Dzulhijjah ( puasa Tarwiyyah dan Arafah) sebagai bentuk penghormatan ( takdzim ) terhadap pengorbanan Nabi Ibrahim menyembelih putranya dan juga bentuk salah satu indikasi kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.
Kedua, umat Islam yang baik juga harus rajin shodaqah dari apa yangg kita miliki walaupun dalam kondisi lapang atau sempit.
Ketiga, penyembelihan hewan kurban juga bagian dari makna bahwa manusia harus membunuh jiwa/mental-mental kebinatangan yang rakus, tamak dan tidak mengenal etika dan aturan.
Romo Kiai Sya’roni juga menjaskan jika hari raya Idul Fitri didahului dengan melaksanakan puasa ramadlan maka hari raya Idul Adha didahului dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Walaupun hukumnya sunnah, jangan sampai di sepelekan karena siapapun yg menyepelekan sunah akan rugi dunia akherat.
Keempat, pada hari raya idul adha juga disunahkan mengumandangkan TAKBIR, TAHLIL dan TAHMID yang menyimpan makna pentingnya memiliki pengakuan dan kepasrahan kepada Allah swt yg harus di akui memiliki Maha segala-galanya. Setiap aktivitas selalu di ketahui/diawasi Allah swt. Sehingga munculah kejujuran.
Marilah kita sbg umat Islam yg baik besok rabu dan kamis kita usahakan untuk puasa Tarwiyyah dan Arafah. Semoga kita semua mendapat keridloan dan keberkahan dari Allah swt. Amien yra. Selamat hari raya Idul Adha 1418 H/ 2017 M.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter