|  | 

Materi S1

Silabus Mata Kuliah Supervisi Pendidikan

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Mata kuliah Supervisi Pendidikan adalah mata kuliah yang memiliki tujuan membekali pengetahuan dan ketrampilan akademik dan profesionalisme bagi mahasiswa.
Ketrampilan akademik mata kuliah Supervisi Pendidikan mengandung makna bahwa Mahasiswa jurusan tarbiyah harus menguasai berbagai teori tentang supervisi, pengawasan dan supervisi dilembaga pendidikan Islam. Jika mahasiswa mengetahui dan memahami secara utuh maka akan diketahui dan dirasakan perbedaan antara supervisi pendidikan dnegan supervisi pendidikan Islam.
Ketrampilan profesional mengandung makna bahwa mahasiswa jurusan tarbiyah setelah lulus mata kuliah supervisi pendidikan harus memiliki ketrampilan tehnis untuk melaksanakan supervisi atau pengawasan secara efektif dan efisien di lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, mata kuliah supervisi pendidikan harus mampu melahirkan mahasiswa dan lulusan yang memiliki ketrampilan untuk melakukan pengawasan, pembinaan dan pengembangan profesionalisme para guru dan lembaga pendidikan Islam.
Mengapa demikian? Setiap lulusan jurusan tarbiyah dari STAIN Kudus, minimal memiliki dua kehalian yaitu : keahlian pokok dan keahlian pengayaan. Keahlian pokok adalah semua lulusan jurusan tarbiyah khususnya prodi PAI harus mampu menjadi guru yang profesional dalam artian mampu menjadi guru PAI yang ideal. Sedangkan keahlian pengayaan, lulusan jurusan tarbiyah prodi PAI harus memiliki kemampuan sebagai manajer atau pengelola lembaga pendidikan. Ketrampilan pengayan ini akan mampu ditumbuhkan jika mahasiswa mengikuti kuliah dengan serius mata kuliah Supervisi Pendidikan.
Silabus/materi Pokok
1. Urgensi mata kuliah bagi mahasiswa
2. Pengertian, tujuan dan ruang lingkup supervisi pendidikan, serta ciri ciri supervisi yang efektif.
3. Perbedaan antara supervisi, pengawasan, pemeriksaaan dan manajemen dalam lembaga pendidikan dan pembelajaran
4. Makna atau fingsi supervise, pengawasaan dan pemeriksaan bagi pendidikan dan pembelajaran
5. Berbagai macam faktor keberhasilan supervisi pendidikan dan pembelajaran
6. Metode dan tehnik melaksanakan supervisi pendidikaan dan pembelajaran
7. Teori teori tentang supervisi dan problematikanya
8. Pengertian pendekatan, metode dan tehnik dalam supervisi
9. Macam macam Supervisi pendidikan
10. Issu dalam Supervisi pendidikan
11. Supervisi dalam perspektif Islam (al qur’an dan hadis).
12. Memahami ayat ayat tentang supervisi pendidikan
13. Aplikasi praktis supervisi pendidikan di sekolah
Buku Referensi
1. Brigid Proctor (2008), Groups Supervision: A Guide to Creative Practice, SAGE Publications, California.
2. Colin Feltham & Windy Dryden (1994), Developing Counselor Supervision, SAGE Publications, Ltd, London
3. Michael Carroll & Margaret Tholstrup (2001), Integrative Approach to Supervision
4. Ngalim Purwanto (1993), Administrasi dan Supervisi pendidikan
5. Peter F. Oliva (1976), Supervision for Today’s Schools
6. Sindu Mulianto (2006), Supervisi diperkaya perspektif Syariah.
7. Soependri Suriadinata (1995) Administrasi Pendidikan: dasar dasar penyelenggaraan Pendidikan dan pengajaran, fakultas tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Cirebon, Jawa Barat.
8. Suharsimi Arikunti (1993), Organisasi dan Administrasi pendidikan.
9. Thomas J Sergiovanni (1982) Supervision of Teaching.
Kesuksesan Mahassiwa
Kesuskesan mahasiswa dalam perkuliahan atau studi di STAIN Kudus ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi, dapat disederhanakan menjadi dua faktor, yaitu faktor Dosen dan faktor mahasiswa.
Berdasarkan perspektif metodologis, keberhasilan mahasiwa dalam perkuliahan ditentukan sejauhmana mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan diri secara optimal dan sejauhmana tanggung jawab dosen sebagai inspirasi bagi mahasiswa. Semain tinggi jenjang pendidikan maka tanggung jawab siswa semakin besar dan tanggung jawab Guru semakin kecil. Khusus perkuliahan di perguruan tinggi, tanggung jawab mahassiswa untuk mengembangkan diri sebagai sarjana yang ideal sebesar 80 % sednagkan tanggung jawab Dosen maksimal 20 %. Artinya jika mahasiswa dalam perkuliahan hanya menunggu atau mendapat informasi hanya dari dosen saja, maka kualitas kesarjanaanya hanya mencapai 20 %. Oleh sebab itu seluruh mahasiswa harus memiliki kemandirian untuk mengembangkan dirinya dengan cara rajin membaca buku, serius dalam menyusun tugas, aktif di berbagai organisasi untuk pengembangan wawasan keilmuan.
Mata kuliah Supervisi Pendidikan ini, akan ada beberapa tugas yang harus diselesaikan agar kualitas kesarjanannya benar benar optimal. dan saya berpesan seluruh mahasiswa yang kuliah dengan saya, harus rajin membaca buku, dan juga aktif diberbagai organisasi, agar mampu menjadi lulusan yang berguna bagi keluarga, agama dan bangsa.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter