|  | 

Aktivitas

Semarang Informal Meeting MA IPNU Jawa Tengah

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Majelis Alumni IPNU (MA IPNU) Jawa Tengah pada hari AHAD 16 Juli 2017, jam 16.00 – 20.00 wib menggelar Semarang Informal Meeting (SIM) di warung makan Majapahit Semarang. SIM dimaksudkan untuk melakukan konsolidasi diantara para alumni sebelum dilakukan rapat Koordiansi Wilayah (Rakorwil) MA IPNU jawa tengah yang rencananya akan digelar pada bulan agustus -september 2017. Dalam Semarang Informal Meeting (SIM) yang dihadiri puluhan kader baik kader dari IPNU Wilayah maupun IPNU cabang serta para alumni membahas dua agenda besar yaitu : Pertama, tentang penguatan organisasi IPNU sebagai organisasi kader dilingkungan nahdlatul Ulama (NU) dan kedua, membahas tentang sikap kader IPNU terhadap kebijakan permendiknas nomor 23 tahun 2017 dan perppu nomor 2 tahun 2017 tentang ormas.
Rapat di buka oleh Wakil ketu MA IPNU jawa tengah H. Agus heri Ageng, M. PdI, dilanjutkan sambutan dari ketua MA IPNU jawa tengah H. Ahmad Syafi’i, M.Hum. Setelah sambutan letua MA IPNU, rapat Semarang Informasl Meeting (SIM) dipimpin oleh Sekretaris MA IPNU jawa tengah Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd

SIM mengahasilkan beberapa butir rekomendasi sebagai berikut:
1. MA IPNU memberikan rekomendasi agar semua kepengurusan IPNU ditingkat cabang harus melakukan kreasi dan inovasi untuk mendirikan Kepengurusan Komisariat di sekolah dan madrasah.Karena dengan banyaknya kita mendirikan komisariat IPNU di sekolah dan madrasah dapat menjadi indikasi suskesnya pengkaderan didalam IPNU. PW IPNU/IPPNU harus mengawal upaya pendirian komisariat IPNU di sekolah dan madrasah.
2. IPNU/IPPNU disemua jajaran harus mengambil peran lebih dalam memberikan bimbngan keagamaan kepada para pelajar di jawa tengah. hal ini harus dilakukan pada saat bulan suci ramadhan. IPNU/IPPNU harus bisa mengisi pesantren remaja/pelajar selama bulan suci ramadhan.
3. IPNU/IPPNU disemua tingkatan diberi kebebasan untuk mengambil sikap respon terhadap permendikans nomor 23 tahun 2017 dan perppu nomor 2 tahun 2017.
4. IPNU/IPPNU harus melakukan pengkaderan atau pelatihan kader Islam Nusantara yaitu pengakaderan yang memberikan penyadaran dan wawasan kebangsans ecara utuh sehingga produknya selalu mencintai Indonesia berdasar pancasila bukan indonesia berdasar khilafah islamiyah. IPNU/IPPNU sebagai organisasi kader harus mampu menjadi pelopor dalam mencetsk kader kader bangsa yang cinta tanah air, memperkuat keutuhan NKRI.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter