|  | 

Aktivitas

Wawancara Special Bersama Mbak Yeni Wahid : INDONESIA RINDU GUS DUR

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi (Y-TIMe) bekerja sama dengan WAHID FOUNDATION melakukan wawancara online yang disiarkan secara langsung (live Streaming) di channel youtube : M. Saekan Muchith. wawancara dilakukan bersama salah satu putrinya yaitu Mbak Yeny Wahid sebagai Direktur Wahid Foundation denagn tema INDONESIA RINDU GUS DUR. Intisari wawancara sebagai berikut:

  1. Gus Dur pada tahun 1990 an, menolak berdirinya Ikatan cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) karena kehadiran ICMI saat itu tidak murni untuk memperjuangkan Islam, tetapi lebih kepada sebagai alat politik untuki mengkooptasi kelompok kelompok non muslim. Gus Dur bukan menolak Islamnya tetapi menolak Islam dijaidkan alat kekuasaan orde baru. kalau sekarang sudah sesuai dengan misinya yaitu mengembangkan nilai nilai keilmuan.
  2. Diera sekarang, justru lebih banyak kelompok kelompok yang memanfaatkan simbol simbol agama sebagai kepentingan politik, sehingga ada peroses yang tidak sehat. Logika mayoritas tidak bisa dimakai secara sempit artinya tidak bisa hanya dengan alasan Muslim mayoritas kemudian semuanya dilihat dari sudut pandang umat Islam yang mayoritas. Demokrasi harus disandingkan dengan kemanusiaan, kebersamaan dan keseimbangan, agar terwujud suasana kehidupan yang aman, nyaman dan damai.
  3. Demokrasi yang diharapkan Gus Dur, adalah demokrasi yang mengayomi semua, demokrasi yang membawa kesejahteraan untuk semua, demokrasi yang berdasarkan keadilan, demokrasi yang menjadikan warga Indoensia taat aturan. Demokrasi yang ditunjukan dengan pemerintah benar benar mengayomi rakyatnya. Tidak boleh ada pemerintah yang otoriter, jangan sampai ada orang berbicara yang berbeda dengan pemerintah kemudian di larang.
  4. Saya ingin meluruskan, bahwa Gus Dur dikesankan lebih melindungi kelompok minoritas. Sebenarnya bukan itu, Gus Dur bukan melindungi minoritas, tetaoi Gus Dur lebih melindungi kelompok yang didholimi. Siapapun yang diperlakukan tidak adil atau didholimi harus dibela. Apakah itu minoriats atauoun mayoritas, itulah yang dilindungi Gus Dur. Itulah esensi demokrasi. Lebih lanuut Kunjungi chanel youtube : M. Saekan Muchith  (Jangan lupa Subsribe, like, share dan komen).
Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter