|  | 

Komentar

Persepsi Publik Tentang Pelemahan KPK Makin Nyata

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK kepada oknum komisioner KPK Wahyu Setiawan meningkatkan persepsi publik tentang pelemahan KPK pasca pemberlakuan Undang Undangan KPK nomor 19 tahun 2019. Karena baru kali ini ada OTT KPK dipenuhi informasi yang Simpang siur, seperti info tentang penyegelan dan penggeledahan ruang atau kantor salah satu partai politik, informasi tentang petugas KPK yang dihalang halangan di PTIK, sampai dengan tidak jelasnya pernyataan KPK tentang proses dan hasil OTT yang telah dilakukan. Ditambah lagi tidak hadirnya ketua KPK dalam konferensi press tentang hasil OTT KPK bersama ketua KPU. 
Saya yakin dengan seyakin yakinya bahwa persepsi publik belum tentu benar atau salah. Tetapi jika persepsi tersebut tidak segera mendapat penjelasan informasi resmi dari KPK bukan tidak mungkin publik akan semakin tidak percaya dengan Kinerja KPK.
Diakui atau tidak pola penyampaian Informasi dari KPK kepada publik ada perbedaan dengan KPK sebelumnya. KPK sebelumnya lebih cepat, jelas, dan lugas dalam menyampaikan informasi kepada publik tentang hasil yang dilakukan KPK terutama hasil OTT, sehingga publik merasa puas dengan apa yang dikemukakan KPK. Sehingga publik tidak ada perasaan curiga terhadap independensi atau integritas pimpinan KPK. Kalau KPK yang sekarang ada kesan informasinya masih ada yang ditutup tutupi sehingga publik masih menyimpan tanda tanya khususny kasus OTT kepada oknum komisioner KPU. 
Saya berharap semoga ini hanya bagian dari kehati hatian pimpinan KPK karena baru melaksanakan tugas. 
Agar ketidakpercayaan publik tidak semakin jauh, maka sebaiknya KPK harus melakukan sebagai berikut;
Pertama, sampaikan semua informasi yang seharusnya disampaikan kepada publik secara cepat, tegas, lugas dan obyektif agar publik tidak ada penasaran.
Kedua, jangan sampai ada lagi informasi yang sampai kepublik tentang gagalnya penyegelan dan penggeledahan yang akan dilakukan oleh KPK. Apapun Alasannya ini bisa menambah ketidakpercayaan publik kepada KPK.
Ketiga, sekarang ini publik sudah memperoleh informasi tentang dugaan tindak pidana korupsi dengan nilai uang negara sangat besar seperti di Jiwasraya, ASBRI, Pelindo II, BLBI dan Century. Ini saatnya KPK membuktikan kinerjanya dalam menyelesaikan atau menuntaskannya. Jangan sampai justru dengan informasi persepsi publik malah semakin tidak percaya kepada KPK. 
 
 
Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter