|  | 

Populer

Sekolah Gratis dan Pengembangan Diri Siswa

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Oleh : M. Saekan Muchith

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan  potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlaq mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ( UUSPN Nomor 20 th 2003 pasal 1 ayat 1).

Hakekat pendidikan adalah terciptanya suasana sekolah yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang sempurna (insan kamil) lahir batin, dunia akhirat. 

Taufiq Pasiak (2005:17) dalam buku ” Revolusi IQ/EQ dan SQ Antara Neurosains dan Al- Qur’an, dijelaskan bahwa ada 7 (tujuh) kecerdasan manusia yang bisa dikembangkan secara optimal yaitu kecerdasan linguistik, logika, spasial, kinestetik, musikal, antar personal dan interpersonal. 

 

?

Sebagian masih ada yang salah kaprah bahwa kecerdasan itu yang berkaitan dengan olah intelektualitas dan menafikan olah mekanik atau fisik. Siswa dianggap cerdas jika punya nilai tinggi dalam mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa. Sedangkan siswa yang mahir bermain bola, musik, melukis, menggambar seringkali tidak dikategorikan siswa cerdas. 

Sumberdaya ( SDM) unggul atau berkualitas yang dihasilkan pendidikan (sekolah) harus bersifat holistik dan integratif. Holistik berarti    siswa harus bisa memiliki berbagai macam kecerdasan. Sedangkan ingratif mengandung makna kecerdasan yang dimiliki siswa benar benar mampu diaplikasikasikan (integrasikan) dalam realitas kehidupan. Akhirnya lulusan pendidikan benar benar mampu menjawab tantangan kehidupan yang semakin global. 

Pemprov Jateng memastikan bahwa  program SPP Gratis bagi SMA/SMK/SLB negeri dimulai pada 2020 resmi diberlakukan.  Anggaran yang disiapkan untuk menjalankan program ini mencapi Rp 860,4 miliar. Tidak hanya sampe disitu saja, Pemprov Jateng juga menyiapkan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sebesar Rp123,85 miliar dan Bosda khusus MA Negeri dan Swasta senilai Rp26,5 miliar. Serta menyediakan anggaran untuk seragam siswa miskin sebesar Rp. 14,5 milyar. Gubernur Jateng juga menegaskan bahwa gaji Guru non PNS harus sesuai Upah Minimum Regional ( UMR). Ini semua tidak lain dan tidak bukan tujuan utamanya untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas SDM. Artinya alokasi anggaran yang cukup besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus bisa dijadikan modal utama untuk pengembangan diri siswa baik pengembangan diri yang berkaitan dengan kecerdasan intelektual (Kognitif),  kecerdasan moral (Affektif) dan kecerdasan mekanik (Psikomotorik). Dengan kebijakan sekolah gratis, sekolah mampu melahirkan lulusan yang cerdas dan berkarakter. Itulah cita cita seluruh komponen bangsa Indonesia.

Kreativitas sekolah

Kebijakan sekolah gratis yang dimulai tahun 2020 ini perlu di dukung dengan kemampuan kepala sekolah melakukan kreativitas dan inovasi dalam menejerial sekolah khususnya dalam hal pengembangan diri peserta didiknya. Masing masing kepala sekolah harus memeras otak agar dengan dana yang dialokasikan dari pemerintah propinsi jateng ini bisa efektif untuke menumbuhkan semua potensi siswanya. Artinya kegiatan siswa yang diwadahi dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan wadah organisasi lainya benar benar bisa perkembang secara optimal. Semua kegiatan pengembangan minat bakat siswa yang dilakukan melalui wadah organisasi di sekolah harus doduking sepenuhnya oleh pihak  sekolah tanpa harus membeda bedakan satu dengan lainya. 

Kebijakan sekolah gratis diharapkan para orang tua lebih fokus memperhatikan belajar putra putrinya. Bagi  siswa juga harus lebih serius untuk belajar dan pengembangan diri secara maksimal karena tidak lagi terlalu pusing memikirkan uang SPP bulanan. 

Keseriusan siswa salam belajar harus didukung sepenuhnya oleh pihak sekolah melalui dukungan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dan juga kegiatan ekstrakurikuler sehingga semua potensi peserta didik benar benar tumbuh menjadi lulusan yang cerdas, kompeten dan berkatakter. 

Semoga dengan kebijakan sekolah gratis dari PemerintahJawa Tengah akan menjadikan kualitas pendidikan lebih meningkat baik dalam aspek kognitif, affektif maupun psikomotorik.

 

Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag. M.Pd Pengamat Pendidikan & Sosial Politik Keagamaan IAIN Kudus Jawa Tengah.

Catatan : Artikel ini diterbitkan di www.wartanasional.com tanggal 10 januari 2020

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter