|  |  | 

Aktivitas Breaking News

Maulud Nabi Bersama PMII Sunan Kudus

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Pada tanggal 14 November 2019 jam 20.00 -selesai saya diundang oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah Komisariat Sunan Kudus untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad Saw di Masjid Besar Islamic Center Kabupaten Kudus. Acara berjalan secara khusu’ dengan diawali sambutan ketua rayon PMII Tarbiyah, dilanjutkan pembacaan al barjanji (sholawat) oleh group sahabat sahabat PMII Sunan Kudus.

Dalam sambutan saya (yang disebut mauidhah hasanah) saya menyampaikan hal hal sebagai berikut:

Pertama, PMII adalah organisasi kader kemahasiswaan yang bersifat ekstrakurikuler. Konsekuensi organisasi kader adalah harus berusaha secara maksimal untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia baik secara lahir maupun batin. Artinya sebagai akder PMII harus memiliki jiwa yang tanguh ulet, kreatif dan inovatif sehingga bisa hidup dimanapun dan kapanpun serta dalam situasi seperti apapun. Dengan kata lain, sebagai seorang kader, tidak boleh cengeng, minder, manja, mudah menyerah dengan keadaan yang tidak sesuai harapan.

Kedua, semua kader PMII harus mampu mengambil uswah (tauladan) dari dalam diri Rasulullah tentang  Yatimnya  Rasulullah. Rasulullah menjadi anak yatim sejak kecil, bahkan ayahnya wafat pada usia masih dalam kandungan. Anak yatim adalah anak yang hidup dengan suasana yang berbeda dengan pada umumnya. Fakta menunjukan dengan kondisi anak yatimj, Rasulullah bisa hidup sukses sebagai pemimpin besar di dunia. Artinya sebagai kader PMII  tidak boleh putus asa jika mengalami situasi yang berbeda atau tidak sama dengan situasi pada umumnya. Kader PMII yang baik, harus mampu mengambil sisi positif dari keadaan yang tidak sesuai harapan. Jangan mudah putus asa jika mendapat sesuatu yang tidak sesuai harapan, dan jangan sombong jika memeproleh sesuatu yang sesuai harapan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang mampu belajar dari kegagalan.  

Ketiga, Semua kader PMII harus mampu mengambil uswah dalam diri Rasulullah bahwa Rasulullah berusaha bisa hidup berdampingan dengan lain agama, suku, kelompok yang diwujudkan dalam Piagam Madinah. Sebagai kader PMII harus bisa hidup damai bersama kelompok yang berbeda agama, suku, kelompok dan warna kulit (ras). Jaringan komunikasi tidak hanya dilakukan dengan internal PMII (NU) tetapi juga harus mampou menjalin komuniaksi dnegan pihak loain diluar PMII. Bangsa Indonesia adalah bangsa yng besar dan penuh dengan kebhinekaan, yang harus didukung dengan sikap atau karakter kebhinekaan pula.

Keempat, semua kader PMII harus bisa mengambil uswah dari dalam diri Rasulullah yang selalu mengajarkan untuk menyampaikan dan menerima informasi yang valid, menjauhi fitnah atau menyebarkan kebohongan (hoaxs). Sebagai akder PMII yang baik, selalu berusaha untuk bertabayun (Klarifikasi) jika memperoleh semua informasi yang diterima dari manapun sumbernya, agar tidak mudah termakan informasi bohong (hoaxs). Khususnya menjelang perhelatan politik kekuasaan disemua tingkatan baik dalam jabatan public pemerintahan sampai jabatan internal PMII selalu ada oknum yang berusaha untuk memberikan informasi yang menyudutkan satu dengan lainya. Oleh sebab itu sebagai kader yang baik, harus membiasakan tabayun (klarifikasi) jangan mudah percaya semua informasi yang datang dari manapun (termasuk diri saya dan senior lainya). Karena setiap orang memiliki kepentingan dimana untuk memperoleh  kepentingan tersebut biasanya dihiasi dengan info info yang tidak benar demi meraih ambisi tertentu. Kader PMII harus berusah netral dalam menerima dan mengolah informasi yang diperoleh  dari manapun, agar PMII tetap terjaga idealisme sebagai organisasi kader yang selalu memperjuangkan idealisme mahasiswa.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter