|  | 

Aktivitas

Wawancaar ON AIR dengan Radio Elshinta Semarang

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Pada hari sabtu 31 agustus 2019 pukul 08.15 s/d 08.50 telah melaksanakan wawancara (dialog) secara langsung (on Air) dengan radio elshinta Semarang dengan tema “ Rencana Menghidupkan kembali  pasal penghinaan kepada Presiden dalam Rancangan Undang Undang KUHP”.  Pasal ini telah dihapus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Inilah intisari materi dialognya :

  1. Secara substansi, menghina itu dilarang oleh agama apapun, negara manapun. Karena menghina itu tidak sesuai harkat dan martabat manusia dan bangsa.
  2. Siapapun orangnya, apapun jenis pekerjaannya tidak boleh dihina, karena menghina itu adalah merendahkan derajat dan martabat orang lain. Guru tidak boleh menghina muridnya, orang tua tidak bileh menghina anaknya, apa lagi rakyat juga tidak boleh menghina pemimpinya apa lagi Presiden.
  3. Masyarakat harus sadar dan paham bahwa menghina itu tidak sama bahkan jauh dengan mengkritik. Jangan sampai beralasan menghina orang lain atau presiden tetapi dianggap mengkritik. Tidak ada norma atau tradisi yang membolehkan atau membenarkan seseorang menghina orang lain. Tetapi kalau mengkritik memang dibenarkan oleh undang undnag dan agama. Dalam agama (Islam) diajarkan sesama manusai saling mengingatkan, bekerjasama dalam kebenaran dan kesabaran. Tetapi Islam sama sekali tidak membolehkan umatnya melakukan penghinaan.
  4. Terus apa itu menghina dan apa itu mengkritik? Menghina adalah menyampaikan sesuatu kepada orang lain, menuduh atau mengatakan kepada orang lain yang tidak sesuai fakta, menyamakan seseorang dengan sesuatu yang jorok, jelek tetapi benar benar tidak ada faktanya. Menghina sama dengan memfitnah atau berbohong. Mengkritik adalah menyampaikan sesuatu dengan berbagai bukti yang kuat dan akurat dan itu bersifat kebijakan tidak menyangkut personal. Setiap pemimpinn wajib dikritik karena pemimpin memiliki tugas dan tanggung jawab menjalankan amanah rakyat. Tetapi ingat mengkritik tidak boleh dengan menghina, tidak boleh merendahkan, tidak boleh dengan kata kata yang koror dan tidak bileh dengan kebohongan.
  5. Agar tidak terjadi pro kontra semakin berkelanjutan, maka setelah disahkan RUU KUHP yang mengatur pasal penghinaan kepada presiden, perlu diterbitkan regulasi dibawahnya bisa berupa PP atau Perpres atau regulasi lainya yang mengatur aturan menjelaskan secara detail tentang kreteria, menghina, obyek menghina, pelaku menghina, sehingga aparat penegak hukum tidak bisa asal menafsirkan tentang tindak pidana menghina kepada presiden. Harus benar benar jelas batasanya antara menghina dengan mengkritik.
  6. Masyararakat harus selalu belajar dan berusaha untuk membiasakan mengkritik secara optimal. Menghilangkan tradisi menghina siapapun apa lagi menghina Presiden. Pokonya Menghina itu tidak dibenarkan oleh apapun dan siapapun termasuk agama apapun tidak ada yang membolehkan melakukan penghinaan. Oleh sebab iutu harus kita tinggalkan kebiasaaan menghina orang lain. Mari kita tradisiskan berbicara dengan sopan dan santun berdasarkan fakta dan data yang akurat.
Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter