|  | 

Komentar

Guru PAI Profesi 59

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Guru PAI profesi 59 mengandung makna bahwa setiap Guru PAI dimanapun dan kapanpun harus mampu memahami dan mengimplemenatsikan angka 59 yang terdiri dari, angka 5 berarti Guru PAI memiliki 5 filosofi yang harus selalu dikedepankan atau diutamakan, angka 9 mengandung makna Guru PAI harus mampu menjelma atau berperan sembilkan karakter. Profesi 59 dijabarkan sebagai berikut;

Guru PAI harus memiliki 5 (lima) filosofi dalam menjalankan tugas profesinya, lima filosofi adalah sebagai berikut:

Pertama, Bekerja adalah ibadah. Guru PAI memandang segala sesuatu yang dikerjakan adalah bagian dari ibadah. Hal ini didasarkan pada Surah Adz Dzariyat ayat 56  “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”. Allah SWT menciptakan mahluk-Nya hanya dengan satu tujuan yaitu untuk menjalankan ibadah. Ibadah tidak hanya diartikan yang bersifat ritual seremonial yaitu yang berkaitan dengan syarat rukun menjalankan rukun Islam. Ibadah disini mengandung makna setiap perbuatan yang dilandasi dengan kesadaran dan keyakinan bahwa Allah SWT selalu melihat, mengawasi dan mencatat apa yang dikerjakan. Hakekat ibadah adalah ketaatan dan kepatuhan kepada norma aturan kapan saja dan dimana saja. Profil orang yang menjalankan iabdah ditandai dengan kejujuran, ketawadluan, keihlasan, kesabaran, tanggung jawab, kerja keras, dan memiliki konsistensi yang tinggi terhadap tugas yang diamanahkan.

Kedua, Guru PAI adalah Inspiring Teacher. Salah satu fungsi al qur’an adalah sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al ‘Araf ayat 52 Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. Guru PAI dalam kehiduypan sehari hari harus bisa menjadi panutan dan sikap kepribadianya selalu menyejukan, menyenangkan dan memotivasi semangat anak didiknya. Dengan kata lain Guru PAI harus mampu menjadi Inpsirasi bagi anak didiknya dan juga masyarakat.

Ketiga, Guru PAI selain Pendidik juga sebagai Mubaligh. Tugas yang melekat dalam diri Guru PAI tidak hanya melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran, tetapi melekat juga tugas dan tanggung jawab sebagai mubaligh atau mengajak untuk menjalankan agama secara baik dan benar. Hal ini sesuai firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 104 “Dan hendaklah ada dari kamu satu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka adalah orang-orang yang beruntung”. Berdasarkan ayat tersebut, maka Guru PAI tidak hanya bertanggung jawab mencerdaskan dan membentuk kepribadian anak didiknya melainkan juga harus mampu memberikan penjelasan yang memahamkan masyarakat dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam. Realitas menunjukan, masih banyak umat Islam yang salah paham atau gagal paham terhadap teks atau norma agama sehingga Islam dikesankan sebagai agama yang kecil, kerdil, radikal dan terorisme, anti toleran dan anti demokrasi. Masih banyak sesama umat Islam yang saling mengkafirkan, membid’ahkan, memusyrikan sesama agama, merasa dirinya paling benar dan merasa dirinya paling sesuai dengan ajaran Islam. Semua sifat tersebut disebabkan karena belum memahami secara utuh tentang ajaran Islam. Guru PAI harus mampu memberikan pencerahan dan pemahaman terhadap teks agama Islam secara tepat, baik dan benar.

Keempat, Guru PAI adalah sebagai model (uswah). Segala ucapan, sikap dan perilaku guru PAI harus bisa dijadikan contoh (suri tauladan) bagi siswa dan masyarakat. Dalam istilah jawa disebut “di gugu lan ditiru”, yang mengandung makna bahwa apa yang diucapkan dan dilakukan Guru akan menjadi rujukan bagi siswa dan masyarakat. Firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab ayat 21  Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.”  Konsekuensinya, Guru PAI  harus memiliki wawasan pengetahuana yang luas dan mendalam serta pengalaman yang banyak sehingga siswa dan masyarakat benar benar bisa mengambil contoh dari apa yang dikatakan dan dilakukan guru PAI baik salaam di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kelima, Guru PAI profesi multi peran. Guru PAI pada Hakekatnya selain mendidik dan mengajar, juga harus memberikan pencerahan dan memahamkan cara beragama siswa dan masyarakat. Konsekuensinya Guru PAI tidak cukup hanya bersikap sebagai pendidik atau guru tetapi harus memiliki 9 (sembilan) karakter lain.

Untuk mensukseskan lima filosofi yang dimiliki Guru PAI, perlu didukung dengan 9 (Sembilan ) karakter yang harus dimiliki setiap guru PAI sebagai berikut;

(1) Guru PAI harus mampu berperan sebagai seorang bapak (kepala rumah tangga) yang memiliki karakter bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam lingkungan keluarga. Guru PAI harus harus mampu bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

(2) Guru PAI harus mampu berperan sebagai seorang Ibu yang selalu penuh kasih sayang kepada anak anaknya. Guru PAI harus memiliki kasih sayang kepada siswa siswanya dalam melaksanakan proses pendididikan dna pembelajaran.

(3) Guru PAI harus mampu berperan sebagai seorang kakek yang suka bercerita (dongeng). Guru PAI harus memiliki kemampuan menceritakan kisah kisah inspiratif bagi siswanya yang mampu menggugah kualiats keimanandna ketaqwaan para siswanya

(4) Guru PAI harus mampu berperan sebagai seorang nenek yang memiliki kesukaan menjelaskan hubungan nasab atau jalur kekerabatan dilingkungan keluarga besar. Guru PAI harus memiliki kemampuan mengkaitkan pengetahuan satu dengan lainnya, sehingga terbentuk strktur pemahaman keilmuan secara baik dan benar.

(5) Guru PAI harus bisa bertindak sebagai seorang kakak yang memiliki naluri melindungi adik adiknya jika sewaktu waktu dalam bahaya. Guru PAI harus memiliki mentalitas selalu melindungi siswanya jika sewaktu waktu siswanya dalam situasi yang membahayakan atau merugikan.

(6) Guru PAI harus mampu bertindak sebagai seorang paman/ bibi yang berusaha tidak mau iktu campur urusan keponakannya kecuali jika diminta. Guru PAI harus mampu memposisikan dirinya, tidak ikut campur urusan siswanya kecuali jika diminta untuk menyelesaikanya.

(7) Guru PAI harus mampu bertindak sebagai seorang editor buku yang senantuiasa meluruskan kosa kata dan bahasa yang dianggap belum benar. Guru PAI harus mampu meluruskan cara fikir atau wawasan keagamaan siswanya agar para siswa memiliki cara beragama yang baik dna benar.

(8) Guru PAI harus mampu bertindak sebagai seorang jenderal yang selalu komitmen kepada ketegasan dan kedisiplinan yang positif. Guru PAI harus mamou bertindak tegas kepada siswanya jika siswanya melakukan kesalahan.

(9) Guru PAI harus mamu berperan sebagai seorang pelawak yang selalu berusaha menghibur. Guru PAI harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang indah, menyenangkan dan memotivasi kepada siswanya. Jangan sampai pembelajaran menjelma sebagai “neraka” bagi siswa.

 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter