|  | 

Komentar

Gara Gara Pilpres, Manusia Merusak Dirinya Sendiri

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Pemilu Presiden atau biasa disebut Pilpres akan dilaksanakan tanggal 17 April 2019. Pemilu ini akan memilih presiden Indonesia periode 2019-2014. Masa kampanye sudah dimulai akhir tahun 2018, sehingga durasi kampanye pilpres sekitar 6 bulan. Waktu 6 bulan adalah waktu relatif, artinya bisa dianggap sangat lama dan juga bisa di katakan sangat pendek. Artinya tergantung bagaimana suasana yang dirasakan oleh rakyat Indoensia.

Menurut saya waktu kampanye sangat lama bahkan terlalu lama, karena suasana kampanye tidak mencerminkan proses promosi yang mendewasakan rakyat tetapi justru menyebabkan rakyat “bodoh”, “kuper”, bahkan pinjam istilah Rocky Gerung “dungu”. Kok bisa? karena selama masa kampanye rakyat bukanya disuguhi informasi tentang visi, misi dan program masing masing pasangan calon presiden sehingga bisa tercipta forum forum  diskusi tentang strategi pasangan capres dalam membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Apa yang terjadi selama kampanye? subhanallah… rakyat Indonesia dipentontonkan proses perdebatan yang tidak mendidik, para elit (tim sukses) saling serang, saling menjatuhkan, informasi bohong (hoaxs) setiap hari berkeliaran, ujaran kebencian atau caci maki terus terjadi. Saling klaim dukungan dari kelompok tertentu, pondok pesantren tertentu, ulama/kiai tertentu, bahkan agama sering kali dijadikan alat propaganda yang tidak mendidik rakyat Indonesia.

Para tokoh agama (Kiai/Ulama) susah dipercaya karena apa yang dikatakan tidak konsisten, kemana kemana mengatakan bela agama, bela Islam, bela ulama, tetapi perilakunya tidak mencerminkan orang yang paham agama Islam. Tidak malu, mengatakan dirinya Habib, Ulama, Santri tetapi ucapannya, perilakunya tidak mencerminkan sosok kepribadian sebagai Habib, Ulama, dan Santri. Mengutarakan kata kata jorok, melakukan ujaran kebencian dielu elukan sebagai pahlawan, ketika dilaporkan kepada aparat hukum diopinikan dikriminalisasi, menuduh tanpa bukti dianggapnya mengevalusi atau mengkritisi. Tahun kemarin kemana mana berkata, berteman dengan non muslim dianggap berteman dengan orang kafir, ada orang non muslim  berkata kurang tepat dituduh menistakan Islam, bahkan demo berjilid jilid dengan alasan bela Islam,  tetapi setahun kemudian, ada orang yang non muslim, berkata yang dianggap menistakan agama dan dilaporkan kepada penegak hukum , mereka rame rame membela dengan menuduh rezim orotiter, memberangus kebebasan berekspresi. Usut punya usut, ujung ujungnya karena non muslim yang dilaporkan tersebut, adalah kelompok politiknya dalam pilpres. Subhanallah, gara gara berbeda pilihan pilpres, para tokoh tidak bisa berkata jujur, tidak bisa obyektif dan menyejukan. Setiap hari mencaci maii melalui sosial media, tanpa merasa bersalah, ketika diingatkan mereka beralasan demokrasi, dan kebebasan berpendapat, tetapi disisi lain mereka menolak demokrasi dan memperjuangkan sistem negara Islam (khilafah).

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat indah, sesuai firman Allah dalam surat At Tiin ayat 4 ” Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya  (ahsani taqwiim)”. Dalam realitas kehidupan karena kepentingan dunia, manusia bisa terjerumus dan berubah menjadi manusia yang sangat buruk. Sesuai Firman Allah swt, surah At Tiin ayat 5 ” Kemudian Kami kembalikan ketempat yang serendah rendahnya ( asfalasa filiin)”.

Walaupun Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk dan karakter yang sangat baik, tetapi manusia seringkali melakukan ulahnya yang bisa menjadikan dirinya menjadi sosok manusia yang sangat jelek. Faktornya adalah karena manusai tidak bisa mengendalikan nafsu atau amarahnya dalam mensikapi keinginan dunia. Contoh kongkrit, menjelang pilpres yang menjadikan berbeda pilihan calon presiden, susah rasanyaa menemukan orang yang mau berkata jujur, bersikap dan berperilaku yang dapat dijadikan uswah. Mereka mengatakan sesuai kepentinganya yaitu ingin memenangkan calon yang dipilih.

Manusia yang ideal adalah manusia yang mampu menampilkan dirinya, sekurang kurangnya dalam empat macam karakter kepribadian; Pertama, manusia harus memiliki karakter sebagai Basyar (keindahan fisik), sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, harus merawat  fisiknya secara baik. Manusai dalam atian Basyar harus mampu menampilkan dirinya sebaik baiknya agar orang lain tertarik dan simpati. Sesuai firman Allah Swt, Surah Yusuf ayat 31 “….. Maka tatkala wanita wanita itu melihatnya mereka kagum kepada keelokan rupa dan mereka melukai jari tanganya dan berkata : ” Maha sempurna Allah, ini bukan manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat”.

Kedua, manusia harus memiliki karakter sebagai Insan (Keindahan kepribadian), sebagai Insan, manusia harus selalu berusahan memiliki etika, sikap kepribadian yang ideal, kapans aja, dimana saja dan dalam situasi apapun juga. Firman Allah Swt Surah Al Hijir : 26 ” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat yang berasal darui lumpur hitam yang diberi bentuk”. Artinya manusia harus sadar terhadap dirinya yang sama sama diciptakan dari tanah liat yang kering. Manusia harus selalu sadar bahwa dirinya berasal dari sesuatu yang cukup kotor dan jelek. Oleh karena itu sanagat tidak tepat, manusia saling menghujat, saling mencaci maki orang lain. Apa lagi hal itu hanya gara gara berbeda pilihan dalam pemilu.

Ketiga, manusia harus memiliki karakter sebagai An Nas (Mahluk sosial). Sesuai firman Allah swt surah Al Hujarat 11, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim“. Allah jelas telah menggariskan bahwa sesam manusia tidak boleh saling ejek. Dalam suasana pilpres, diantara manusia sangat mudah mengejek, sangat mudah mencaci maki dengan kata kata yang kotor.

Keempat, manusia harus memiliki karakter sebagai bani Adam ( Sempurna/utuh). Sebagai Bani Adam, setiap manusia harus memiliki karakter yang baik dalam aspek fisik, moral, hubungan sosial secaar optimal. Sesuai firman allah surah Al Isra ayat 70 ” Dan sesungguhnya telah Kami mulyakan anak anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan lautan, kami beri rizki mereka rizki dari yang baik baik dan kami lebihkan mereka kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah kami ciptakan”.

Jangan sampai  Pemilu Presiden yang memiliki tujuan mulia yaitu memilih pemimpin lima tahun kedepan, dikotori dnegan kepenringan sesaat dan pragmatis. jangans ampai gara gara pilpres, hakekat manusia yang telah diciptakan Allahs ebagai manusia yang sempurna, berubah menjadi sosok manusia yang hina. Boleh beda pilihan tetapi kita harus tetap menjaga dana mempertahankan karakter manusia sebagai Basyar, sebagai Insan, sebagai An Nas dan juga sebagai Bani Adam.

 
Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter