|  | 

Populer

Hebatnya Ramalan JAYABAYA (1)

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Jayabaya atau juga di kenal dengan nama Prabu Jayabaya adalah salah satu Raja yang sukses membawa kejayaan Kerajaan Kediri yang berkuasa sekitar tahun 1130 s/d 1160 M.  Selain sebagai Raja, Jayabaya juga dikenal sebagai seorang peramal  dimana ramalannya dibukukan dalam Kitab Jongko Jayabaya.

Ramalan Jayabaya setidaknya berkaitan dengan enam hal antara lain: (1) Ramalan tentang perjalanan negara di Nusantara/Indonesia (2) Sikap Ratu/pemimpin yang seharusnya dilakukan (3) Contoh perilaku pemimpin yang seharusnya dilakukan dan dicontoh (4) Sikap masyarakat yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan sosial (5) Gejolak alam (6) watak atau tindakan manusia yang dilakukan dan mempengaruhi kehidupan, keadaan negara dan fenomena alam.

Benar benar hebat, semua ramalan Jayabaya benar benar terbukti di zaman sekarang, artinya apa yang dikatakan pada abat ke 12 ternyata sampai abah ke 21 masih relevan dan justru terbukti kebenaranya. Berikut ini saya paparkan sebagian kecil ramalan Jayabaya, yang dikutip dari Buku BABAT TANAH JAWI karya Soedjipto Abimanyu tahun 2013.

Pertama, Barang jahat diangkat angkat (  sesuatu /orang yang jahat disanjung sanjung/dipuja puja), Barang suci dibenci (sesuatu yang benar, bersih, suci malah di benci dan dicaci maki), Akih menungso ngutamake duwit ( kabanyakan manusia lebih mementingkan uang/materi).

Ramalan ini mengandung makna bahwa di zaman sekarang banyak masyarakat yang tidak memperhatikan esensi/fakta yang sebenarnya.Kebanyakan masyarakat lebih percaya simbol tanpa memperhatikan substansinya. Sehingga masyarakat banyak yang mudah tertipu dengan penampilan, gaya dan ucapan. Akibatnya, orang yang sebenarnya tidak baik (jahat) malah di sanjung sanjung/dielu elukan, tetapi justru terhadap orang yang bersih atau suci alah di caci maki, dihina dan dibenci. Yang dilihat atau dipentingkan hanya semata mata uang/materi. Siapapun yang memebri materi/uang dianggap baik.

Kedua, Wong bener thenger thenger ( orang benar hanya bisa termenung, melamun, termangu mangu), Wong salah bungah ( orang yang salah malah gembira ria), Wong apik ditampik tampik (orang baik seringkali ditolak, disia siakan), Wong jahat munggah pangkat ( orang jahat mudah menjadi pejabat/pemimpin), Wong agung kesinggung ( Orang mulia seringkali dilecehkan), Wong olo kepujo pujo (orang jahat seringkali dipuji puji).

Ramalan ini mengandung makna, bahwa di zaman sekarang benar benar aneh, orang orang yang baik, jujur, bersih seringkali di cari cari kesalahannya dna di opinikan sebagai orang jahat, sebaliknya justru orang yang jahat malah dielu elukan disanjung sanjung, digadang gadang seperti halnya seorang pahlawan. Susah mendapatkan orang yang bersih dan jujur.

Ketiga, Akeh pangat sing jahat lan ganjil ( Banyak pejabat, pemimpin yang jahat dan aneh aneh), Akeh janji ora ditepati ( banyak janji janji yang tidak ditepati/tidak terwujud), Wong salah dianggep bener ( orang salah dipandang benar), Pengkhianat, nikmat ( orang orang yang menjadi pengkhianat justru merasa nikmat), Wong mulyo di kunjoro (orang orang mulia dipenjara).

Ramalan ini mengandung makna bahwa dizaman sekarang, banyak para pemimpin yangs eharusnya menjadi panutan/contoh malah sering bertindak dan berkata aneh aneh sehingga membinungkan rakyat, sering kali hanya janji janji, setelah jadi lupa tidak menepati janjinya. Sistem kehidupan ketatanegaraan juga aneh, orang orang yang bermental pengkhianat justru selamat dan mrasa nikmat dalam kehidupannya, tetapi orang orang yang baik dan mulia banyak yang direkaya untuk dimasukan penjara.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter