|  | 

Data Pustaka

Melihat Lebih Dekat : Komunis

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Istilah Komunis mulai populer setelah terjadinya revolusi Perancis tahun 1830 yang menghendaki adanya perubahan secara cepat (revolusi) terhadap sistem pemerintahan yang bersifat parlementer dan menghapus sistem kerajaan (Raja). Ideologi komunis di awali dari pemikiram Karl Marx, yang kemudian di bakukan menjadi ajaran Marxisme oleh tokoh yang bernama Friederich Engels (1820 s/d 1895). Pemikiran Karl Marx  yang dikembangkan oleh Friederich Engels kemudian di “racik” oleh Lenin dan Stalin sebagai ideologi suatu sistem pemerintahan atau negara. Negara pertama yang mencoba mengadopsi pemikiran Lenin dan Stalin adalah Rusia sehingga disebut ajaran Marxisme Leninisme.  Ideologi Marxisme menjadi semakin kokoh ketika  Partai Komunis di Rusia pimpinan Vladimir Ilyc Ulynof menjadikan sebagai ideologi negara dengan sebutan Marxisme-Leninisme.  Sejak itulah, Marxisme-Leninisme menjadi kekuatan politik internasional yang ditakuti dan sekaligus menakutkan.

Asal muasal ajaran komunis adalah cara berfikir yang dilandaskan pada Atheis yang memahami dan meyakini tidak adanya Tuhan. Tuhan kemudian di ganti dengan materi. Oleh sebab itu materi menjadi sumber atau asal segala galanya. Dari inti ajaran inilah memunculkan 4 (empat) ide besar komunis yaitu : (1) Menghilangkan atau mengurangi suatu fenomena di mana terdapat sekelompok kecil orang yang bergelimang kemewahan dan kaum pekerja yang sangat banyak mengalami kesengsaraan. (2) Untuk merombak atau menghilangkan ketidak adilan harus dilakukan dengan cara sosialis yaitu  alat produksi harus dikuasai negara bukan dikuasai oleh priabdi/swasta (3) Untuk mengamankan dan mensuksskan sistem sosialis dilakukan melalui revolusi kekerasan yang didukung dengan sistem  penguasai tunggal (dikator).

Dalam sistem komunis ada 2 (dua) kelompok yang berkaitan dengan berjuang untuk mencapai tujuan. Kelompok pertama disebut Menshevic yaitu kelompok yang menghendaki untuk memperjuangkan suatu tujuan tidak perlu dilakukan dnegan revolusi atau kekerasn atau kediktatoran. Kelompok kedua yang disebut Bolshevic yang berpandangan bahwa untuk mencapai tujuan harus dilakukan secara revolusioner dengan sistem monopoli (diktator).  Kelompok Bolshevic inilah yang mayoriats di ikuti oleh pengikut ajaran atau ideologi komunis di dunia.

Komunisme memiliki beberapa prinsip yang selalu dipegang teguh dalam menjalankan sistem pemerintahan, antara lain:

Pertama, Komunis yang berdasarkan ajaran Marxisme Leninisme harus di implementasikan kedalam sistem politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Artinya komunis harus masuk kedalam sistem kehidupan manusia.

Kedua, Komunisme selalu mengedepankan dan mengajarkan pentingnya memebrikan ksesejahteraan, keadilan dan keselamatan sosial.

Ketiga, Agama dibutuhkan karena masih ada perbedaan kelas di tengah tengah masyarakat.Agama melahirkan dan mempertajan perbedaan kelas, agama dijadikan alat penguasa untuk menjatuhkan atau menjerat dan menindas. Jika perbedaan kelas hilang, maka agama akan hilang dengan sendirinya.

Keempat, Dalam mencapai tujuan, dilakukan dengan cara cara keras, revolusi bahkan bisa dengan menghalalkan segala cara, tidak mengakui Hak Asasi manusia (HAM). Implikasinya akan sering terjadi saling hujat, saling caci maki, saling menjatuhkan setiap orang atau kelompok yang dianggap tidak seirama.

Kelima, Cita cita perjuangannya adalah membangun masyarakat tanpa negara, tanpa kelas dengan konsep sama rata, sama rasa.

Secara teoritis atau idealis, pemerintahan atau negara dengan ideologi  komunis sebenarnya  selalu mengajarkan system keadilan dan pemerataan kesejahteraan dan keadilan kepada semua rakyatnya. Tetapi dalam kenyataan atau dalam praktiknya, pemerintahan yang berideologi komunis selalu menggunakan kekerasan, menyingkirkan lawan lawan politik yang tidak sejalan, dan juga sering melakukan agitasi dan melakukan propaganda untuk menjatuhkan lawan lawan yang dianggap tidak sejalan atau tidak satu visi dan satu perjuangan. Rakyat sangat sulit untuk mengekpresikan kebebasan dalam berbangsa dan bernegara.

Pemerintahan atau negara yang berhaluan ideologi komunis cenderung orotiter dan tirani seperti yang dipraktikan di berbagai negara seperti; Stalin dan lenin di Rusia, Mou Tse Tung di China, Fidel Castro di Kuba, Rezim Kemer Merah dengan Polpot dan Khi di Kamboja, Kim Sung di Korea Utara dan masih banyakl lagi negara lainnya.

Makna yang bisa diambil

Karakter atau mentalitas komunis sebenarnya tidak semata mata anti Tuhan (Atheis) tetapi lebih kepada suatu gerakan atau perilaku yang tidak konsisten dengan apa yang dikatakan dan apa yang diperintahkan dalam aturan (Norma). Prinsip kekerasan atau merubah dengan cara cara cepat dan keras  atau radikal juga menjadi inti dari ajaran komunis. Sistem kepemimpinan yang otoriter sehingga tidak bisa menerima masukan dari orang lain menjadi ciri lain yang dimiliki oleh komunis. Sikap yang tidak mengenal rasa kemanusiaan (HAM) akan mudah dilakukan jika tujuan yang akan dicapai merasa diganggu atau digagalkan, akibatnya dalam realitas sosial akan mudah terjadi saling menjatuhkan, saling jegal, saling mencaci maki, saling hujat demi meraih tujuan yang diinginkan. Inilah hakekat komunis.

Diambil dari intisari buku :

  1. Alfian (1982), Politik, Kebudayaan dan manusia Indonesia, LP3ES, Jakarta.
  2. Listiyono Santoso dkk (2015), Seri Pemikiran Tokoh Epistemologi Kiri, AR-Ruzz Media, Yogyakarta.
  3. Nur Sayyid Santoso Krsteva (2015), Sejarah Ideologi Dunia, Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Konservatifme, Lentera Kreasindo, Yogyakarta.
  4. Safruddin Prawiranegara (1971), Agama dan Ideologi, Bulan Bintang Jakarta.

 

 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter