|  | 

Komentar

Tiga Alasan Menolak Khilafah Di Indonesia..!!

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Walaupun organisasi Sosial bernaam Hizbut tahrir Indonesia (HTI) sudah dilarang oleh Pemerintah Indonesia, masih ada sebagian kecil rakyat Indonesia yang dengan malu malu (samar samar) masih ingin berusaha mendirikan sistem negara Islam atau biasa di kenal dengan sistem Khilafah. Mereka juga ada yang terang terangan mengusung sistem khilafah dengan alasan sebagai bagian dari dakwah Islam. Mereka juga sering mengklaim bahwa  sistem khilafah akan bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Aneh dan ajaib, apa dasar dan bukti yang akurat kalau sistem khilafah bisa mensejahterakan rakyat? Sistem pemerintahan pasca Rasulullah SAW dan Sayyidina Abu Bakar ash Shiddiq, selalu diwarnai dnegan konflik politik yang berujung dengan konflik dan permusuhan, bahkan 3 (tiga) sahabat Rasulullah terbunuh akibat konflik sosial yang diakibatkan konflik politik dan konflik agama dalam artian pemahaman terhadap agama yang sempit. Terbunuhnya Sayyidina  Umar ibn Khattab, ditangan Abu Luk Luk akibat propaganda orang kafir yang benci atau iri dikalangan masyarakat  (Kafir), Terbunuhnya Sayyidina Ustman ibn Affan ditangan kelompok para mantan pejabat jelas jelas disebabkan konflik politik kekuasan. Dan terbunuhnya Sayyidina Ali Ibn Abu THaliditangan Ulama besar Abdurrahman Ibnu Mulzam lebih disebabkan akibat konflik politik yang dibumbuhi dengan issu agama atau politisasi agama kedalam politik kekuasaan.

Ibnu KHaldun dalam karya “Muqaddimah” mengatakan bahwa sistem khilafah sudah berakhir berbarengan dengan beralihnya kekuasaan dari Sayyidina Ali kepada Muawiyah bin Abu Sofyan  (Bani Umayyah), karena Mu’awiyah dalam menjalankan kekhalifahan sudah melanggar nilai nilai Islam yaitu tidak jujur, tidak adil dan memaksakan keturunannya untuk mengganti kekhalifahan berikutnya. Artinya, belum ada bukti yang dapat dipertanggung jawabkan atau nyata, bahwa siste khilafah mampu mensejahterakan kehudupan rakyat.

Bagi bangsa Indonesia, memberlakukan sistem khilafah sangat tidak cocok, hal ini didasarkan tiga alasan yaitu :

Pertama, dari perspektif politik kenegaraan. Para elit dan pendiri bangsa yang dikuatkan melalui perundang undangan, menyatakan bahwa bangsa Indonesia sudah bersepakatan menjadikan Pancasila dan Undang Undang dasar 1945 menjadi falsafah dan dasar negara bagi bangsa Indonesia. Artinya selama Pancasila dan UUD 1945 masih diebrlakukan maka tidak ada ruang sekecil apapun untuk mendirikan khilafah di bumi Indonesia.

Kedua, dari perspektif sosiologis. Realitas bangsa Indonesia memeluk 6 (enam) agama yaitu Islam, Kristen, katholik, Hindu, Budha, Konghucu dan 1 (satu) aliran kepercayaan. OLeh sebab itu, Indonesia tidak hanya milik umat Islam (walaupun mayoritas) tetapi miik 6 agama dan 1 aliran kepercayaan. Menjaidkan khilafah di Indonesia berarti menciderai kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin sejak kemerdekaan RI.

Ketiga, dari perspektif agama (al qur’an dan hadis). Menurut ajaran Islam (al qur’an dan hadis) tidak ada satupun ayat ataupun hadis yang memerintahkan kepada umat Islam untuk mendirikan sistem negara Islam (khilafah), yang diperintahkan adalah membangun negara atau pemerintahan yang jujur, adil, bersatu, ( QS. An Nahl : 190-192), demokratis, musyawarah ( QS. Ali Imran 159).

 

 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter