|  | 

Materi S1

Materi perkuliahan : Media dan Teknologi Pembelajaran

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Islam Dan  Tekhnologi Pendidikan

Sejak awal kelahirannya, Islam baik secara normatif, filosofis, maupun aplikatif pragmatis telah memberikan perhatian yang besar terhadap pentingnya sains dan teknologi. Ayat yang pertama kali turun, yaitu ayat 1-5 Surat Al-Alaq  1-5 antara lain berisi perintah membaca dan menulis dalam arti yang seluas-luasnya. Kata “membaca” yang diulang sebanyak dua kali (ayat 1 dan 3) tidak hanya dipahami melafalkan abjad atau huruf, melainkan lebih dari sekedar membunyikan huruf atau angka.

Demikian pula kata menulis (al-qalam) sebagaimana yang terdapat pada ayat 4 surat Al-alaq tersebut, tidak hanya berarti menulis sebagaimana yang umumnya dipahami, yakni menulis huruf-huruf, kata-kata  atau kalimat, melainkan juga berarti membuat rekaman, foto, gambar, menggambar, menyimpannya dalam disket, VCD dan lain sebagainya. Semua kegiatan ini amat erat kaitannya dengan kerja sains dan tekhnologi.

Islam mengajarkan bahwa dengan bantuan sains dan teknologi seseorang akan dapat menyelesaikan dan memecahkan masalah keduniawiaan dan akhirat. Karenanya setiap pekerjaan dalam Islam harus berbasis sains dan teknologi. Pekerjaan dalam Islam harus memanfaatkan dan motivasi yang tulus karena panggilan Tuhan. Namun, dalam mengerjakan pekerjaan tersebut harus memanfaatkan sains dan tekhnologi.

H.M. Quraisy Shihab, pakar Tafsir Al-Qur’an di Indonesia, dalam hasil penelitiannya menyatakan, Al-Qur’an menggunakan kata ‘Ilmu dalam berbagai bentuk dan artinya sebanyak 854 kali, dengan arti antara lain sebagai “proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan (QS Al-Baqarah  31-32). Pembicaraan tentang ilmu mengantarkan kita kepada pembicaraan tentang sumber-sumber ilmu di samping klasifikasi dan ragam disiplinnya.

Secara historis umat Islam selain sangat berjasa dalam menyelamatkan ilmu pengetahuan dari kepunahan sebagai akibat dari pertentangan politik dan ideologis, juga memberikan sumbangan yang besar terhadap bidang ilmu pengetahuan. Hal tersebut menunjukan bahwa Islam sangat mendorong pengembangan ilmu juga menggunakannya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Peran  Pendidikan Islam Terhadap Perkembangan Teknologi

Pendidikan Islam secara idealis maupun praktis (empirik) memiliki peran dalam membangun dan pengembanagn kehidupan masyarakat yang ditandai dengan  perkembangan teknologi, yaitu sebagai berikut :

Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek

Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits, tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandarisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya.

Syariah Islam Standar Pemanfaatan Sains dan Teknologi

Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam.

Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya.

Tetapi banyak orang barat yang mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya, dan seterusnya. Karena itu, sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam.

Definisi Teknologi Pembelajaran

Berrbicara tentang teknologi sering kali dphamai hanya bersifat fisik atau tehnik. Teknologi dalam Pendidikan tidak hanya berupa fisik atau tehnik, melainkan suatu produk atau hasil yang mampu diberdayakan untuk mewujudkan kualitas pendidikana dan pembelajaran. Ada berbagai macam definisi tentang telnologi pembelajaran, sebagai berikut:.

Menurut  Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963

Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar; (b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan, meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”  Definisi ini, teknologi dimaksudkan sebagai bagian dari proses untuk mendorong dan meningkatkan mutu pembelajaran..

Menurut  Commission on Instruction Technology (CIT) 1970

“Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis…..bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya.”

“Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.”

Menurut  Silber 1970

“Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset, desain, produksi, evaluasi, dukungan-pasokan, pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan (organisasi dan personal) secara sistematik, dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar”.

Definisi ini menggambarkan bahwa teknologi pembelajaran adalah superangkat alat yang direndanakan untuk menemukan dna menyelesaikan permasalahan pembelajaran.

Meenurut  MacKenzie dan Eraut 1971

Teknologi Pendidikan merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai”. Artinya, teknologi pembelajaran dimaksudkan cara untuk mencapai tujuan Pendidikan dan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Menurut M. Saekan Muchith  (2018), Teknologi Pendidikan Islam adalah seperangkat sistem yang dihasilkan dari cara fikir, sikap dan perilaku untuk mengetahui dan memberi pemahaman cara beragama Islam yanag dilakukan oleh Guru melalui Proses pembelajaran.Definisi ini, tidaks ekedar berupa alat atau fisik, melainkan lebih mengarah kepada produk pemikiranb, produk sikap dan eprilaku yang dimaksudkan untuk memebrikan pemahaman Islam melalui pembelajaran.

Ruanglingkup Teknologi Pendidikan

Ruang lingkup atau bidang harapan teknologi Pendidikan setidaknya meliputi 5 (lima) hal yaitu :Konsep (Desain), Pengembangan, Pemanfaatan/penggunaan, Pengelolaan dan Penilaian.

Konsep (Desain)

Konsep Teknologi Pendidikan/pembelajaran adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Sebelum pembelajaranb, seorang guru harus memiliki konsep cara untuk menentukan situasi dan kondisi peserta didik dan situasi pembelajaran, agar dapat dengan mudah diwujudkan mutu pembelajaran dan pendidikan. Guru dituntut mengetahui berbagai persoalan yang diprediksi menjadi factor dominan keberhaislan pembelajaran. Faktor yang ikut menentukan keebrhasilan pembelajaran diantaranya : motivasi siswa, suasana sosial, kesiapan guru, kesiapan sarana.

Pengembangan

Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi : (1) teknologi cetak; (2) teknologi audio-visual; (3) teknologi berbasis komputer; dan (4) teknologi terpadu. Tahap ini, seorang guru dituntut mampu menyusun atau membuat sarana yang berupa fisik agar proses pembelajaran menjadi inspiratif dan memberi motivasi bagi siswa.

Pemanfaatan

Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan pembelajar dengan bahan dan aktivitas yang spesifik, menyiapkan pembelajar agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pembelajar, serta memasukannya ke dalam prosedur oragnisasi yang berkelanjutan.

Pengelolaan

Pengelolaan mengandung makna proses memantau atau mengawasi sejauhman desain dan produk teknologi itu mampu berjalan secaar efektif untuk pembelajaran siswa. Pengelolaan menekankan pada proses efektifitas saat proses pembelajaran. Guru yang menggunakan teknologi pembelajaran harus selalu memanatau atau mengawasi produknya itu benar benar bisa di implementasikan pada proses pembelajaran.

Penilaian

Penilaian teknologi pembelajaran adalah proses mengetahui atau menemukan kekurangan dna kelebihan secara utuh dan komprehensif, mulai dari perencanaan, pelaksanan dan ahsil yang diperoleh melalui teknologi tersebut. Perbedaan antara pengelolaan dengan penilaian, terletak pada waktu yang diawasi. Pengelolaan Guru hanya mengawasi saat proses dilakukan, kalua penilaian guru mengawasi semua tahapan yang telah dilakukan kemudian dibandingkan dnegan hasil yang diperoleh.

Topik Topik yang perlu di diskusikan Mahasiswa : (Pro dan Kontra)

  1. Guru PAI dan Mutu Pembelajaran /mutu pendidikan: Mudahkah Di wujudkan?  ( Pengertian Guru PAI (minimal 2 ahli), Pengertian Problem pembelajaran (minimal 2 ahli), Macam macam problem guru dalam pembelajaran, Media pembelajaran untuk mencapai mutu pembelajaran/Pendidikan, Pendapat Penyusun Makalah, Kesimpulan).
  2. Islam dan Teknologi Pembelajaran : Perlukah ?  ( Pengertian Teknologi menurut Islam, Hubungan antara Islam dengan teknologi, Hubungan Islam dengan Pembelajaran, Langkah langkah metodologis penggunaan teknologi dalam pembelajaran, Pendapat Penyusun Makalah, Kesimpulan).
  3. Pengertian dan Implementasi Teknologi Pembelajaran Islam; Mampukah Guru PAI Melakukan?  ( Pengertian Teknologi pembelajaran menutu para ahli (minimal 3 ahli), Pengertian teknologi pembelajaran Islam (minimal 3 ahli), Ruanglingkup, obyek dan tujuan pembelajaran Islam, Jenis /macam macam teknologi pembelajaran Islam, Penggunaan teknologi pembelajaran Islam dalam proses pembelajaran, Pendapat Penyusun Makalah, Kesimpulan).
  4. Guru PAI dan Teknologi Pembelajaran : Apakah ada Relevansinya?  ( Pengertian dan kompetensi guru, Pengertian dan kompetensi guru PAI, Perbedaan antara guru PAI dengan guru Non PAI, Hubungan Guru PAI dengan teknologi pembelajaran, Pendapat penyusun Makalah, kesimpulan).
  5. Media dan teknologi Pembelajaran dan Media dan Teknologi pembelajaran Islam : Adakah perbedaannya? ( Pengertian media pembelajaran menurut para ahli (minimal 3 ahli), Perbedaan media pembelajaran dan teknologi dan Media pembelajaran dan teknologi Islam, Jenis jenis media pembelajaran dan teknologi pembelajaran, Cara menggunakan media pembelajaran dan teknologi pembelajarana kedalam proses pembelajaran, Pendapat Penyusun Makalah, Kesimpulan).

Perhatian :

  1. Materi ini masih bersifat global atau umum, yang harus dikembangkan lagi oleh masing masing mahasiswa
  2. Materi ini di desain hanya untuk pegangan pembelajaran (materi pembelajaran) bukan untuk publikasi ilmiah.
  3. Komunikasi lebih detail bisa melalui alamat sebagai berikut

3.1. Web personal : www.saekankudus.com

3.2. Facebook : M. Saekan Muchith

3.3. Twitter : @MuchithSaekan dan @ MMuchid1

3.4. Instagram : msaekhan

3.5 Email : muhsaekan@gmail.com

3.6. Nomor HP : 081226989532/081326440101/0818290779

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter