|  | 

Populer

Menanti GAYA Merubah Jawa Tengah

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Pada tanggal 24 juni 2018, Komisi Pemilihan umum (KPU) Jawa Tengah menetapkan pasangan Ganjar-Yasin atau disingkat GAYA sebagai Gubernur Jawa tengah Periode 2018-2013 dengan perolehan suara 58,78 persen. Sedangkan lawan kompetitornya yaitu pasangan Sudirman-Ida mendapatkan 41,22 persen suara. Dengan demikian, pasangan GAYA dipastikan menjadi ” nahkoda” baru untuk melakukan perubahan di Jawa Tengah selama lima tahun kedepan.
Perubahan dalam suatu masyarakat merupakan sebuah keniscayaan (fitrah) yang tidak mungkin di hindari. Artinya perubahan sosial pasti terjadi kapan saja, dimana saja, dalam bentuk apapun juga dan di lakukan oleh siapa saja. Adagium yang mengatakan tidak ada yang abadi, yang abadi hanyalah perubahan bukti nyata pentingnya seorang pemimpin memiliki konsep atau strategi melakukan perubaham yang sesuai harapan rakyat.
Visi pasangan GAYA adalah “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari : Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”. Visi ini diwujudkan dalam tiga misinya yaitu pertama, menempatkan rakyat Jawa Tengah sebagai subyek pembangunan dan pengambilan keputusan, kedua, memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, jujur dan trasparan dan ketiga, menyelengarakan program program pembangunan melalui sinergi kerja dan gotong royong para pemangku kepentingan. Visi dan misi ini akan menjadi acuan atau dasar untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik bagi seluruh warga JawaTengah. Oleh karena itu saatnya warga Jawa Tengah menanti seperti apa perubahan yang dilakukan sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan.
John F. Kennedy Presiden Amerika Serikat ke 35 mengatakan ” Change is the law of life, change doesn’t came to you but you go to ” Perubahan merupakan hukum kehidupan, Perubahan tidak akan datang kepadamu, tetapi kamulah yang harus menjemputnya (melakukan). Oleh sebab itu sangat wajar dan sudah seharusnya jika masyarakat Jawa Tengah berharap besar kepada Gubernur-Wakil Gubernur untuk melakukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.
Islam menggariskan bahwa apa yang terjadi hari ini lebih buruk dari hari kemarin disebut celaka. Jika hari ini sama dengan hari kemarin termasuk golongan orang yang rugi. Sedangkan orang yang beruntung adalah jika hari esok (yang akan datang) lebih baik dari hari ini. Tentunya GAYA bersama masyarakat Jawa Tengah tidak ingin menjadi propinsi yang dikategorikan sebagai propinsi yang celaka dan merugi. Pasti selalu ingin menjadi propinsi yang beruntung. Konsekuensinya GAYA harus bisa menyakinkan dan memastikan bahwa Jawa Tengah lima tahun kedepan akan lebih baik dari sebelumnya.
Dalam kaidah ilmu fiqh dikenal istilah “tasharruful imam ‘ ala al ra’ iyyah manutun bi al mashlahah” yang artinya kebijakan (sikap dan ucapan lesan dan tertulis) seorang pemimpin harus selalu berpengaruh pada perubahan dan kemanfaatan bagi rakyatnya.
Pemicu Perubahan
Dalam ranah ilmu sosiologi, perubahan suatu kelompok atau masyarakat sekurang kurangnya di pengaruhi tiga hal yaitu motivasi untuk berkarya (prestasi), kesediaan untuk saling bekerjasama (solidarity) dan kecerdasan memberdayakan alat ( tehnologi).
Pertama, kemampuan berkarya atau berprestasi. David McClelland dalam ” Social Change ” menjelaskan bahwa faktor penyebab negara dunia ketiga (negara berkembang) mengalami kemiskinan disebabkan masyarakatnya tidak memiliki semangat untuk berprestasi. Atas dasar asumsi itulah, David McClellend menemukan teori prestasi yang di kenal dengan teori n-Ach (need for achievement) bahwa setiap individu memiliki waktu luang yang harus di manfaatkan untuk berfikir dan menjalankan tugas dan kewajibanya agar bisa memperoleh situasi yang lebih baik. Artinya prestasi akan dapat di raih jika seseorang mau dan mampu untuk selalu mencoba dan terus berkarya.
Kedua, kesediaan saling mamahami dan bekerjasama (solidarity). Salah satu faktor terjadinya kegagalan atau kehancuran disebabkan ketidakmampuan untuk bekerjasama satu dengan lainya. Para pengikut madzhab fungsionsl struktural dalam sosiologi seperti Emile Durkheim, Talcott Parson dan Herbert Spencer berpendapat bahwa masyarakat yang maju dan penuh peradaban adalah masyarakat yang mampu berperan seperti halnya organisme tubuh manusia dimana masing masing komponen saling mendukung dan bekerjasama walaupun peran dan fungsinya jauh berbeda. Realitas kehidupan masyarakat selalu di warnai dengan keanekaragaman agama, budaya, etnis, warna kulit dan juga jenis tugas dan tanggung jawab (pekerjaan). Perubahan mustahil dapat diraih jika yang dikedepankan harus menyatukan semua elemen atau kelompok. Perubahan akan mudah dicapai jika semangatnya adalah saling menghargai dan memahami perbedaan satu dengan lainya.
Ketiga, pemberdayaan teknologi. Berbicara perubahan, pembangunan dan modernitas suatu komunitas atau masyarakat tidak akan bisa lepas dari teknologi. Artinya kemampuan menggunakan teknologi menjadi ciri utama perubahan dan kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks ini, teknogi dimaknai sebagai pengetahuan membuat sesuatu (know-how of making) dan pengetahuan untuk melakukan sesuatu (know-how of doing things).
Yang harus dilakukan
Sebagai pemimpin yang baru dilantik, pasangan GAYA sangat ditunggu tunggu arah kebijakanya untuk mewujudkan perubahan bagi warga Jawa Tengah setidaknya 5 ( lima) tahun kedepan. Berdasarkan visi dan misi yang dimiliki, masyarakat Jawa Tengah harus bisa menikmati perubahan yang lebih baik dari pada sebelumnya. Perubahan itu setidaknya harus muncul dalam beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, Keluhan tentang sulitnya proses pelayanan dalam berbagai bidang harus dapat dipastikan hilang berganti pelayanan yang ramah, transparan, cepat, tepat, simpel dan mudah dengan tetap berdasarkan aturan dan etika birokrasi.
Kedua, para pelaku ekonomi benar benar memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi perekonomian secara optimal sehingga roda perekonomian bisa berjalan hidup secara optimal dan proporsional. Para petani dan nelayan memiliki kemudahan memperoleh pelayanan dalam proses produksi serta menjual hasil produksinya.
Ketiga, seluruh warga Jawa Tengah dari pusat kota sampai pelosok desa benar benar merasakan kemudahan sarana transportasi. Lima tahun kedepan tidak ada lagi keluhan jalan dan jembatan rusak (susah dilalui), warga semarang khususnya sepanjang jalan kaligawe tidak lagi direpotkan dengan naiknya air laut (rob) yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas warga jateng dan bangsa Indonesia.
Keempat, sekarang adalah era milenial atau digital yang ditandai dengan pemanfaatan teknogi informasi. Maka dari itu, masyarakat Jawa Tengah khususnya para generasi milenial harus benar benar merasakan kemudahan akses teknologi informasi (internet) diseluruh wilayah Jawa Tengah.
Kelima, seluruh warga Jawa Tengah benar benar dipastikan memiliki rasa aman dan nyaman dalam bepergian. Tidak ada lagi ketakutan dan kekhawatiran terhadap perampokan dan penjambretan dalam perjalanan.
Keenam, lulusan pendidikan dan pengangguran dipastikan bisa dengan mudah memperoleh lapangan pekerjaan sehingga mempercepat terwujudnya masyarakat JawaTengah yang sejahtera.
Semoga selama lima tahun kedepan pasangan GAYA benar benar mampu melakukan perubahan masyarakat Jawa Tengah menjadi masyarakat yang sejahtera dan berdikari dengan dilandasi kejujuran sesuai visi dan misi yang dijanjikan. Amien YRA.

Dr. M. Saekan Muchith, S.Ag, M.Pd Peneliti Tasamuh Indonesia Mengabdi (Time) Jawa Tengah, Dosen IAIN Kudus.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter