|  | 

RISET

Hasil Survey Time : Pemilu Hasilkan Pemimpin, Belum Sejahterakan Rakyat

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Lembaga survey Lokal Jawa Tengah bernama Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi (Time) akte notaris nomor 36 tahun 2017 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Nomor Register  AHU.0016968. AH. 01.04 tahun 2017  telah melakukan survey kepada masyarakat Jawa Tengah tentang “ Pemilu dalam Pandangan Masyarakat Jawa Tengah” Yang dilaksanakan pada bulan pebruari 2018.

Survey  dilakukan dengan cara  mengirim angket kepada 461 responden lewat nomor Whatsapp (WA) dan Line yang dilakukan dengan tehnik random sampling dan tehnik analisis persentase.

Terhadap pertanyaan Apa yang anda pahami tentang manfaat Pemilu/Pilkada ?  yang menjawab A ( pemilu adalah menghasilkan pemimpin yang mensejahterakan elit/kelompoknya sendiri ) sebanyak  39 %. Yang menjawab B ( pemilu adalah menghasilkan pemimpin tetapi tidak bisa mensejahterakan rakyat kecil) sebanyak 27%. Yang menjawab C (pemilu hanya melahirkan pemimpin saja, tidak bisa mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia) sebanyak 11%. Yang menjawab D ( melahirkan pemimpin dan mampu mensejahterakan rakyat kecil) sebanyak  2  %.  Yang menjawab E (pemilu adalah melahirkan pemimpin yang mampu mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia) sebanyak 5 %.  dan Yang  menjawab F (tidak tahu) sebanyak 16 %.

Berdasarkan survey diperoleh data bahwa masyarakat Jawa Tengah  mengatakan kalau Pemilu/Pilkada mampu melahirkan pemimpin. Tetapi dalam hal urusan kesejahteraan masih jauh dari harapan. Hanya 2 % masyarakat yang memiliki persepsi atau pemahaman bahwa pemilu/pilkada adalah melahirkan pemimpin yang mampu mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Selebihnya memiliki persepsi bahwa pemilu itu belum mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Perspsi seperti ini jika dibiarkan akan berakibat fatal dalam membangun iklim demokrasi bangsa Indonesia. Konsekuensinya harus segera ada sosialisasi yang tepat kepada masyarakat kecil (arus bawah) tentang materi yang berisi pemahaman pentingnya dan manfaat pemilu/pilkada bagi rakyat. Arus bawah harus benar benar paham bahwa pemilu itu akan memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat. Pemilu/Pilkada selain melahirkan sosok pemimpin juga akan menghasilkan prodiuk produk perundang-undangan atau regulasi yang bermanfaat secara langsung ataupun tidak langsung kepada seluruh masyarakat.

Pemerintah dan elemen terkait harus segera menyampaikan informasi yang utuh bahwa Pemilu/Pilkada itu benar benar bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen bangsa Indoensia. Pemilu/Pilkada bukan kepentingan elit saja tetapi kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

Pemahaamn atau persepsi yang salah terhadap manfaat pemilu/pilkada akan berakibat rendahnya partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya. Oleh sebab itu agar angkat partisipasi pemilih lebih besar/tinggi, maka sosialisasi secara tepat sasaran dengan materi yang  utuh dan komprehensif segera dilakukan oleh KPU dan elemen yang terkait.

Pemilu Langsung

Selain manfaat Pemilu/Pilkada, survey juga menggali tentang persepsi masyarakat tentang sistem pemilu/pilkada. Terhadap pertanyaan Apakah Pemilu/Pilkada harus dilaksanakan dengan cara pemilihan langsung oleh rakyat ? yang menjawab A ( harus) sebanyak 42 %. Yang menjawab B (tidak harus) sebanyak 58% dan yang menjwab C (tidak tahu) 0 (0 %).

Sebanyak 58 % masyarakat berpendapat bahwa pemilu/Pilkada tidak harus dilaksanakan dengan cara pemilihan langsung oleh rakyat. Artinya pemilu/pilkada dengan pemilihan langsung oleh rakyat tidak mutlaq dilakukan. Pemerintah dan elemen yang terkait harus mulai melakukan kajian kajian secara ilmiah dan obyektif tentang kemungkinan melakukan pemilu atau memiliki pemimpin tidak selalu dilakukan pemilihan lanagsung oleh rakyat. 

Pada hakekatnya pemilu adalah proses memilih pemimpin mulai dari tingkat pusat sampai tingkat paling fendah yaitu desa/kepala desa. Proses pemilihan pemimpin bisa dilakukan dnegan cara lain seperti dengan cara penunjukan, pemilihan melalui ;perwakilan rakyat dan juga bisa dilakukan dnegan sistem formatur.

Berdasarkan data survey ini dapat dikatakan bahwa proses pemilihan pemimpin yang dilakukan dengan sistem pemilihan langsung oleh rakyat bukan sesuatu yang mutlaq/paten atau tidak bisa dirubah. Tujuan utama bukan pada memilih atau melahirkan pemimpin saja, tetapi yang penting bagaimaan terwujudnya tatanan sistem kehidupan yang mampu melahirkan rasa keadilan, kenyamanan, keamanan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. 

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter