|  |  | 

Breaking News Komentar

Info Penistaan RA Kartini Simpang Siur

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Hari kemarin senin 23 april 2018, di sosial media FB beredar postingan  Pernyataan dari tokoh bernama Ahmad Al Fatih melalui akun facebook  beralamat http://www.facebook.com/toniapotik yang berkomentar ” Kartini perempuan pemuas sex Belanda sekarang menjadi pahlawan … pembodohan sejarah syg sekali.. hahaah”. Komentar laangsung mengundnag reaksi dari berbagai tokoh di Jepara khususnya dan Indonesia pada  umumnya.

Pada hari ini, selasa 24 april 2018, di Koran Harian Umum Jawa Pos halaman 2  kolom Hoax atau Bukan, menurunkan berita berjudul “ Catut Foto Politikus PKS untuk Sebar kebencian”. Dalam berita Jawa Pos tersebut menjelaskan bahwa pernyataan dari FB yang mengatas namakan Ahmad Al Fatih itu Hioax atau kabar bohong. Melalui akun twitter resmi DPP PKS menyatakan bahwa apa yang di unggah makLambe Turah merupakan Hoax. Akun yang mengatasnamakan Ahmad al Fatih membajak foto salah  satu kader PKS Aceh Timur dengan nama Sayed Mansyur, tulis admin akun Twitter DPP PKS ( @PKSejahtera).

 

Saya tidak tau, apakah ini salah satu bentuk klarifikasi dari PKS yang simbol dan seragam PKS di pakai oleh orang yang bernama Ahmad Al Fatih ? Karena menurut saya ada yang aneh dan janggal. Pada hari ini selama 24 april 2018, di Harian yang sama yaitu Jawa Pos menurunkan berita yang berbeda. Di halaman 2 Jawa Pos kolom Hoax atau bukan, menjelaskan bahwa pernyataan yang menghina RA Kartini itu hoax, tetapi di Jawa Pos yang Radar Kudus halaman 1 juga menurunkan berita tentang postingan yang menyudutkan RA Kartini, dengan judul ” Keluarga Kartini Pasrah ke Pemerintah”. Dalam berita tersebur, juga  memberitakan pernyataan sikap dari DPD PKS Jepara. Dalam berita tersebut, tidak ada sedikitpun kalimat yang menjelaskan bahwa postingan Fb atas nama Ahmad al Fatih itu hoax. Di halaman 7 Radar Kudus, Ketua DPD PKS Jepara Khamidun Nugroho menyatakan sikap mengecam keras dan mengutuk orang atau pihak yang melakukan penghinaan kepada pahlawan nasional RA Kartini. Pihaknya mendukung penuh kepada kepolisian untuk melakukan proses hukum kepada pihak atau orang yang melakukan penghinaan tersebut.

 

Benar benar simpang siur, mana yang benar? apakah yang diberitakan Jawa Pos di halaman 2 atau yang diberitakan Radar Kudus  halaman 7. Ada yang perlu dicermati dari berita tersebut.

Pertama, kalau postingan yang menghina RA Kartini itu hoax, seharusnya DPP PKS harus segera melakukan langkah langkah hukum kepada pihak atau orang yang memposting pertama kali. Karena akibat postingan pihak/orang yang pertama kali itu akhirnya menjadikan suasana gaduh dan nama baik PKS tercoreng.

Kedua, karena terjadi simpang siur pemebritaan, maka akan lebih baik jika aparat penegak hukum segera melakukan inverstigasi sehingga dapat diketahui informasi yang utuh dan valid. Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat mendapat informasi yang utuh dan benar, sehingga tidak menimbulkan salah paham yang berkelanjutan.

Ketiga, pelajaran bagi kita semua sebagai masyarakat, setiap kali menerima berita atau postingan melalui sosial media, harus lebih banyak mengedepankan klarifiaksi (tabayyun) agar tidak mudah salah paham diantara sesama.

Lagi lagi,  ini adalah tahun politik, tidak menutup kemungkinan ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan suasana agar bangsa Indonesia tidak rukun. Mari kitaa tetap waspada atas semua info yang datang kepada kita.

 

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

1 Comment

  1. NorKamal

    Penghinaan terhadap RA KARTINI itu jelas adanya dan bukan hoax.
    Terkait pelakunya itu kader Parpor atau bukan itu bukan urusan kami biar aparat yang menyelidiki.
    Yang jelas penghinaan itu benar adanya dan bukan hoax.

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter