|  | 

RISET

Survey Time : Mayoritas Responden Menilai Negatif Ormas FPI

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi (Time) akte notaris nomor 36 tahun 2017 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Nomor Register  AHU.0016968. AH. 01.04 tahun 2017, melakukan survey kepada masyarakat tentang “Persepsi Masyarakat Terhadap Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Survey di lakukan pada tanggal 16 s/d 26 januari 2018 melalui media  Whatsapp (WA) dan Line dengan jumlah responden 621. Survey di bagi dalam 4 (empat) pertanyaan antara lain (1) Apa yang anda ketahui tentang FPI? (2) Bagaimana menurut anda tentang keberadaan FPI? (3) Bagaimana pendapat anda jika media online FPI ( Fb, Twitter, Instagram) di blokir? (4), Bagaimana sarana anda terhadap FPI?

Terhadap pertanyaan “ Apa yang anda ketahui tentang FPI?, Yang menjawab A, Organisasi yang lebih banyak melakukan dakwah Islamiyah  sebanyak 96 (15 %), Yang menjawab B, Organisasi yang menggunakan simbol Islam untuk kepetningan Politik praktis sebanyak 153 (25 %), Yang menjawab C, Organisasi yang melakukan gerakan radikal untuk mencapai tujuan tertentu sebanyak 355 (57 %), dan yang menjawab D, tidak tahu sebanyak 17 (3 %).

 

 Terhadap Pertanyaan “Bagaimana menurut anda tentang keberadaan FPI? Yang menjawab A, keberadaanya menguntungkan Islam sebanyak 77 (12 %), Yang menjawab B, keberadaanya merugikan/merusak citra Islam sebanyak 174 (28 %), Yang menjawab C, keberadaanya berpotensi menumbuhkan gerakan radikal sebanyak  350 ( 56 %) dan yang menjawab D, Tidak tahu sebanyak  20 (4 %).

Terhadap  Pertanyaan “ Bagaimana Jika media onlie FPI  (FB, Twitter, Instagram) dilakukan pemblokiran? Yang menjawab A, Setuju sebanyak  481 (77 %), Yang menjawab B, Tidak Setuju sebanyak   112 ( 18 %) dan yang menjawab C, Tidak Tahu sebanyak  28 ( 5 %).

Terhadap Pertanyaan, “ Bagaimana Saran/masukan anda terhadap FPI?, Yang menjawab A, FPI biar tetap ada di Indonesia sebanyak  124 (20 %), Yang menjawab B, FPI Dibubarakan saja sebanyak  469 ( 75 %), dan yang menjawab Tidak tahu sebanyak  28 (5 %).

Survey ini dibawah tanggumg jawab Dr. M. Saekan Muchith yang juga ketua Dewan pembina yayasan Time.

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter