|  | 

Data Pustaka

Kapan Islam Masuk Indonesia ?

img-responsive
Share this ...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Teka teki siapa yang pertama kali membawa Islam masuk ke nusantara (Indonesia) masih menyimpan tanda tanya dan berbeda pendapat. Setidaknya ada 4 (empat) teori untuk mengetahui Islam masuk ke nusantara.

Pertama, TEORI GUJARAT . Teori ini menyatakan Islam masuk ke nusantara pada abad  ke -13 M dibawa para pedagang Gujarat yang melakukan perniagaan ke nusantara.  Teori ini di kemukakan oleh tokoh Barat bernama Pijnepel dan GWJ Drewes dengan di dukung dengan fakta (1). hubungan dagang antara Indonesia dengan India sudah terlajin lama melalui jalur Indonesia-Cambay-Timur Tengah-Eropa (2) Ditemukannya inskripsi tentang Islam yang terdapat di Sumatera pada tahun 1297 M. Inskripsi  ini memberikan gambaran tentang bubungan antara Sumatera dengan Gujarat.

Kedua, TEORI MAKKAH. Teori  Makkah ini dapat dikatakan sanggahan dari teori Gujarat yang mengatakan Islam masuk nusantara pada abad ke -13 M. teori Makkah mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abd ke -7 M, dibawa para pedagang Arab. Teori ini didukung oleh beberapa fakta (1) pada tahun 674 di pantai Barat Sumatera sudah ada perkampungan Islam (Arab). Diperkirakan para pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan sejak abad ke – 4. (2) Kerajaan samudera Pasai menganut Madzhab Syafi’i, sedangkan pengaruh madzhab Syafi’i mayoritas pada saat itu ada di Mesir dan Makkah. Oleh sebab itu keberagamaan samudera Pasai di Sumateru dipengaruhi dari orang orang (pedagang) Mesir dan Makkah. (3) Gelar raja raja Samudera pasai menggunakan  gelar al Malik, adapun gelar al Malik berasal dari Mesir.

Ketiga, TEORI PERSIA. Teori Persia ini mirip dengan teori Gujarat yang mengatakan bahwa Islam masuk ke nusantara pada abad ke – 13 dan yang membawa Islam ke nusantara bukan orang dari Gujarat tetapi orang orang dari Persia (Iran). Teori ini didukung dengan beberapa fakta (1) Di Sumatera barat ada peringatan yang bernama Upacara Tabuik/Tabut  yang diperingati pada tanggal 10 Muharram atau asyura yang dipahami sebagai peringatan atas meninggalnya Hasan Husain cucu Nabi Muhamamd SAW. Peringatan tersebut sanagat dijunjung tinggi oleh orang Iran/syiah. (2) Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik pada tahun 1419 M (3) Ada kesamaan ajaraan sufi antara yang dianut oleh Syeh Siti Jenar dengan sufi di Iran yaitu Al Hallaj.

Keempat : TEORI TIONGKOK. Teori ini mengataka  bahwa Islam masuk ke nusantara dibawa orang orang dari Tiongkok para pedagang atau perantau Tionghoa pada abad ke 7 M. Hal ini didukung dengan bukti bukti sejarah (1) terdapat perpindahan orang orang Canton (Tiongkok) ki Asia Tenggara (Kedah Palembang pada tahun 879 M). (2) Keberadaan kerajaan Islam di Jawa adalah Raden Patah sebagai raja pertama kerajaan Demak. Raden Patah adalah keturunan Tionghoa, Ibunya beraal dari Campa Tiongkok bagian selatan  (sekarang Vietnam). Ibunya Raden Patah adalah seorang putri Tiongkok yang  merupakan anak saudara Babah Ban Hong, yang diperisteri oleh Prabuwijaya, raja kerajaan Majapahit (3) keberadaan masjid masjid tua yang berarsitektur Tiongkok, seperti masjid jami’ Angke Jakarta barat yang dibangun pada tahun 1761 oleh seorang wanita keturunan Tionghoa muslim dari Tartar bernama Ny Tan Nio yang bersuamikan orang Banten  dan masih ada hubungan dengan Ong Tin Nio, isteri Syarif Hidayatullah.

Sumber : Ustadz Risem Aizid (2016: 16-26), Sejarah Islam Nusantara, Analisis Historis hingga Arkeologi tentang Penyebaran Islam di Nusantara, DIVA Press, Yogyakarta

Komentar Facebook

ABOUT THE AUTHOR

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *

Website

Pengunjung Website

Flag Counter